Senin, 27 April 2026

Sulteng Hari Ini

Paralayang Internasional di Sulteng, Atlet dari 6 Negara dan 11 Provinsi Indonesia Berlaga

Pada PON 2024, atlet Sulteng berhasil meraih satu medali emas, dan kejuaraan ini diharapkan bisa meningkatkan peluang meraih medali pada PON 2028.

Editor: Fadhila Amalia
Handover/Handover
KEJUARAAN PARALAYANG - Sulawesi Tengah kembali menjadi pusat perhatian dunia olahraga dirgantara dengan digelarnya Kejuaraan Paralayang Internasional Gubernur Cup (IPXC) 1st Series Salena 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Kejuaraan Paralayang Internasional Gubernur Cup (IPXC) 1st Series Salena 2026 diikuti 74 peserta, termasuk 14 atlet internasional dari enam negara.
  • Event ini menjadi momentum memperkenalkan potensi pariwisata Sulawesi Tengah, khususnya Bukit Salena, sebagai destinasi olahraga dirgantara bertaraf internasional.
  • Kejuaraan ini diharapkan meningkatkan kemampuan atlet paralayang Sulteng untuk bersaing di tingkat internasional sekaligus mendukung pencapaian medali pada PON 2028.

TRIBUNPALU.COM - Sulawesi Tengah kembali menjadi pusat perhatian dunia olahraga dirgantara dengan digelarnya Kejuaraan Paralayang Internasional Gubernur Cup (IPXC) 1st Series Salena 2026.

Kejuaraan ini diikuti oleh 74 peserta, termasuk 14 atlet internasional dari enam negara, yaitu Singapura, China, China Taipei, Korea Selatan, Australia, dan Vietnam, serta peserta dari 11 provinsi di Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah.

Acara resmi dibuka pada Sabtu (25/4/2026) di Bukit Salena oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Tengah, Moh Husain Pakaya, mewakili Gubernur Anwar Hafid.

Baca juga: Bendahara PDIP Sulteng Sri Lalusu Konsolidasi di Banggai Kepulauan

Dalam sambutannya, Moh Husain Pakaya menekankan bahwa event ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan olahraga dirgantara Sulawesi Tengah ke kancah internasional.

“Bukit Salena memiliki medan pegunungan dan tebing yang menantang, ideal untuk mengembangkan paralayang sebagai cabang olahraga unggulan sekaligus destinasi sport tourism,” ujar Moh Husain Pakaya.

Ketua Paralayang Pusat Indonesia, Asgaf Umar, menyebut kejuaraan ini menjadi pengalaman berharga bagi atlet lokal untuk bersaing dengan standar internasional sekaligus memperkenalkan keindahan alam Puncak Salena.

“Event ini juga membuka peluang bagi atlet muda Sulteng untuk belajar dari atlet berpengalaman mancanegara dan meningkatkan prestasi,” katanya.

Baca juga: 13 Pelaku Jadi Tersangka Kekerasan Anak di Daycare Viral Yogyakarta, Ini Deretan Faktanya

Sementara itu, Ketua KONI Sulteng, Muhammad Fathur Razaq, menekankan prestasi paralayang lokal yang terus meningkat. 

Pada PON 2024, atlet Sulteng berhasil meraih satu medali emas, dan kejuaraan ini diharapkan bisa meningkatkan peluang meraih medali pada PON 2028.

Selain aspek kompetisi, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada dampak ekonomi kejuaraan ini.

Kehadiran atlet internasional dan nasional diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisata, penginapan, kuliner, dan jasa transportasi di sekitar Bukit Salena.

Panitia penyelenggara, bersama KONI Sulteng dan FASI memastikan seluruh persiapan berjalan lancar, mulai dari registrasi peserta, penyiapan jalur paralayang, hingga protokol keselamatan. 

“Keselamatan peserta menjadi prioritas utama, agar setiap atlet bisa bertanding dengan nyaman dan maksimal,” ujar Asgaf.

Baca juga: Pemanfaatan Program Berani Sehat Tertinggi di Sigi, Kota Palu dan Parigi Moutong

Kejuaraan Paralayang Internasional IPXC 1st Series Salena 2026 menjadi bukti bahwa Sulawesi Tengah tidak hanya kaya akan alam, tetapi juga mampu menjadi tuan rumah olahraga bertaraf internasional, mendorong prestasi atlet lokal, sekaligus memajukan pariwisata dan ekonomi daerah.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved