Senin, 27 April 2026

Idul Adha 2026

Kisah Sutran, Rawat “Si Kentung”, Sapi 922 Kg yang Terpilih untuk Kurban Presiden

Pengukuran awal dilakukan menggunakan lingkar dada dan metode estimasi lainnya.

Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Zulfadli
Sutran Indah Haryono Pemilik “Si Kentung” sapi bantuan presiden berbobot 922Kg sata ditemui di lokasi peternakan, di Jl Munif Rahman, Lorong Bugis, Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Senin (27/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Menjelang Idul Adha 1447 H, sapi Simental jumbo bernama “Si Kentung” dengan bobot 922 kg menjadi hewan kurban bantuan presiden untuk Provinsi Sulawesi Tengah.
  • Sapi tersebut dirawat oleh Sutran Indah Haryono, peternak lokal, dengan pakan rutin berupa ampas tahu, dedak, dan rumput hijau, serta perawatan kesehatan yang teratur. 
  • “Si Kentung” terpilih setelah melalui proses seleksi ketat, mengungguli sapi-sapi lain di Sulawesi Tengah.

Laporan Wartawa TribunPalu.com, Zulfadli 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Aktivitas di sebuah peternakan sederhana di Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, mendadak menjadi perhatian menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Pantauan TribunPalu.com, Senin (27/4/2026), dilokasi itu, seekor sapi berukuran jumbo tampak mencolok. 

Tubuhnya besar, berwarna cokelat, dengan bobot tercatat mencapai 922 kilogram. 

Sapi jenis Simental tersebut dikenal dengan nama “Si Kentung”, yang kini ditetapkan sebagai hewan kurban bantuan kemasyarakatan (Banmas) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk Provinsi Sulawesi Tengah.

Di balik terpilihnya sapi tersebut, ada peran Sutran Indah Haryono, peternak lokal yang telah menekuni usaha ternak sapi selama lebih dari satu dekade.

Sutran menceritakan, proses seleksi “Si Kentung” bermula dari kedatangan mantri hewan yang menanyakan bobot sapi di kandangnya. 

Baca juga: Wujud “Si Kentung” Sapi Kurban Presiden Untuk Provinsi Sulteng, Bobot Tembus 922kg

Pengukuran awal dilakukan menggunakan lingkar dada dan metode estimasi lainnya.

Selanjutnya, tim dari dinas terkait datang membawa timbangan untuk memastikan berat sapi secara akurat.

“Setelah ditimbang, beratnya mencapai 922 kilogram dan langsung masuk kandidat, sambil tetap dicari pembanding,” ujar Sutran.

Proses pencarian sapi pembanding tidak hanya dilakukan di sekitar Kota Palu, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lain di Sulawesi Tengah.

Namun, bobot sapi yang ditemukan di wilayah tersebut rata-rata hanya berkisar 800 kilogram, sehingga “Si Kentung” tetap menjadi yang paling unggul.

“Karena tidak ada yang melebihi, akhirnya sapi ini yang dipilih,” katanya.

Sapi yang kini berusia sekitar tiga tahun itu merupakan jenis Simental yang dikenal memiliki potensi pertumbuhan bobot yang baik. 

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved