Sulteng Hari Ini
Masyarakat Adat Watutau Perkuat Kelembagaan dan Perlindungan Wilayah Lewat Lokakarya
Kegiatan diikuti unsur lembaga adat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, perempuan, orang muda, serta organisasi.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Lokakarya Penyusunan Program Kerja Komunitas Adat Watutau digelar pada 7–8 Mei 2026 di Baruga Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso.
- Kegiatan ini diselenggarakan oleh AP2SI Sulteng bekerja sama dengan Yayasan BIJAK, SLPP Sulteng, dan Yayasan Pendidikan Rakyat (YPR).
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, POSO - Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Yayasan Bumi Hijau Khatulistiwa (Yayasan BIJAK), Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif (SLPP) Sulteng, serta Yayasan Pendidikan Rakyat (YPR) melaksanakan Lokakarya Penyusunan Program Kerja Komunitas Adat To Pekurehua Wanua Watutau.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 7–8 Mei 2026 di Baruga Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso.
Lokakarya ini menjadi ruang konsolidasi masyarakat adat Wanua Watutau dalam merumuskan arah perjuangan, penguatan kelembagaan adat, perlindungan wilayah adat, serta pengembangan sumber penghidupan berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan diikuti unsur lembaga adat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, perempuan, orang muda, serta organisasi masyarakat sipil.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta bersama-sama memetakan potensi, kekuatan, tantangan, dan ancaman yang dihadapi komunitas adat dalam mengelola sumber daya alam dan mempertahankan ruang hidup mereka.
Baca juga: Kapuspenkum Sebut 30 Perusahaan Masuk Identifikasi Satgas PKH
Dalam proses lokakarya, peserta menyusun visi bersama serta rencana kerja jangka pendek, menengah, dan panjang yang akan menjadi pedoman pengorganisasian komunitas ke depan.
Program kerja yang dirumuskan mencakup penguatan kelembagaan adat, perlindungan wilayah adat dan sumber daya alam, pengembangan usaha berbasis komunitas, hingga penguatan peran perempuan dan generasi muda dalam tata kelola komunitas.
Perwakilan penyelenggara menyampaikan bahwa masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga hutan, tanah, dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Karena itu, penguatan komunitas adat harus menjadi bagian penting dalam pembangunan yang adil dan berkelanjutan.
“Lokakarya ini bukan hanya menyusun daftar kegiatan, tetapi menjadi ruang bersama untuk memperkuat arah perjuangan komunitas adat dalam menjaga wilayah, identitas, dan masa depan generasi mereka,” ujar Tokoh Masyarakat Adat Watutau, Christian Toibo, Jumat (8/5/2026).
Ketua SLPP Sulteng, Agus M. Suleman, menegaskan bahwa selama ini Komunitas Adat To Pekurehua Wanua Watutau menghadapi berbagai tantangan terkait perlindungan wilayah adat dan akses kelola sumber daya alam.
Baca juga: Coktas Sigi Fokus Cek Pemilih Meninggal, Tidak Padan, dan Luar Negeri
“Secara geografis, wilayah adat Watutau dihimpit oleh klaim badan Bank Tanah yang masuk dan menduduki wilayah adat Watutau dari arah timur,” ujarnya.
Sulawesi Tengah
Yayasan Bumi Hijau Khatulistiwa (Yayasan BIJAK)
Yayasan Pendidikan Rakyat (YPR)
Desa Watutau
| Kapuspenkum Sebut 30 Perusahaan Masuk Identifikasi Satgas PKH |
|
|---|
| Perusahaan Sawit dan Tambang di Sulteng Bisa Terancam Denda Administratif |
|
|---|
| Kunjungan ke Sulteng, Kapuspenkum Kejagung Identifikasi Puluhan Tambang dan Sawit |
|
|---|
| Ditjenpas Sulteng Perkuat Komitmen Zero Halinar, 30 Pegawai Jalani Tes Urine |
|
|---|
| Ikrar Zero Halinar Serentak, Kanwil Ditjenpas Sulteng Perkuat Perang terhadap Narkoba dan HP Ilegal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/u90fsa-u90fsau90ajpggg.jpg)