PDIP Sulteng
Komisi II DPRD Sulteng Tinjau IPB-TP Simpang Raya, Dorong Penguatan Benih Unggul Daerah
Guna meninjau langsung pengelolaan balai benih sekaligus mengevaluasi potensi pengembangannya dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Komisi II DPRD Sulteng meninjau langsung IPB-TP Simpang Raya untuk evaluasi pengembangan benih unggul.
- Keterbatasan tenaga kerja serta sarana prasarana menjadi perhatian utama dalam pengelolaan balai.
- DPRD Sulteng mendorong penguatan anggaran agar balai benih lebih optimal mendukung sektor pertanian daerah.
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI – Komisi II DPRD Sulawesi Tengah melakukan kunjungan kerja ke Instalasi Produksi Benih Tanaman Pangan (IPB-TP) Simpang Raya milik Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng, Jumat (8/5/2026).
Guna meninjau langsung pengelolaan balai benih sekaligus mengevaluasi potensi pengembangannya dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh pengelola balai benih yang memaparkan kondisi operasional, potensi pengembangan komoditas unggulan, hingga berbagai kendala yang saat ini dihadapi.
Baca juga: Gubernur Sulteng Lantik 10 Pejabat Baru, Wahyu Jabat Kadiskominfo, Wahid Kadis DLH
Dalam pertemuan itu, Anggota DPRD Sulteng Fraksi PDI Perjuangan, Suryanto menyampaikan bahwa keberadaan balai benih memiliki peran strategis.
Dalam menjaga ketersediaan benih unggul bagi petani di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, optimalisasi fungsi IPB-TP Simpang Raya harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam aspek penguatan sumber daya manusia dan dukungan sarana prasarana.
“Balai benih ini punya potensi besar untuk mendukung kebutuhan benih unggul di daerah. Namun tentu perlu perhatian lebih, baik dari sisi personel maupun fasilitas penunjang agar pengelolaannya berjalan maksimal,” ujar Suryanto.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Sulteng Fraksi PDI Perjuangan, Nikolas Birro Allo, menyoroti keterbatasan jumlah tenaga pengelola yang saat ini hanya didukung satu orang personel.
Kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk menunjang operasional balai benih dengan luas lahan mencapai 10 hektar.
“Dengan cakupan lahan yang cukup luas, tentu dibutuhkan tambahan personel agar pengelolaan, pelayanan, hingga pengembangan produksi bisa berjalan efektif,” kata Nikolas.
Baca juga: Beasiswa Berani Cerdas S3 Sulteng Buka 20 Kuota, Pendaftaran Mulai Dibuka
Dari hasil peninjauan lapangan, Komisi II juga memperoleh informasi bahwa sekitar 7 hektar lahan saat ini masih aktif dimanfaatkan, sementara 3 hektar lainnya telah dikuasai masyarakat.
Selain persoalan SDM, Komisi II turut menyoroti kondisi sarana pendukung yang membutuhkan perhatian.
Mulai dari akses jalan menuju lokasi, gudang penyimpanan, rumah tinggal petugas, hingga fasilitas laboratorium.
Berdasarkan karakteristik lahan dan kondisi tanah, komoditas yang dinilai paling potensial dikembangkan di kawasan tersebut yakni kacang hijau, kedelai, dan kacang tanah.
Sulawesi Tengah
DPRD Sulteng
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng
DPRD Sulawesi Tengah
Nikolas Birro Allo
PDI Perjuangan
Simpang Raya
| Anggota DPRD Donggala Jinurain Usulkan Uji Trayek Trans Donggala Rute Labuan-Mess Pemkab |
|
|---|
| PDIP Banggai Kepulauan Dorong Kajian Independen Tambang Batu Gamping dengan Pendekatan Akademik |
|
|---|
| Luncurkan Buku “Bendera Tidak Pernah Diturunkan”, Muharram Nurdin Kritik Politik Pragmatis |
|
|---|
| I Nyoman Slamet Gandeng Mahasiswa STAH Dharma Sentana Gelar Aksi Bersih Pantai Arjuna di Parimo |
|
|---|
| Fraksi PDIP Bangkep dan Dinas Perhubungan Pasang Lampu Jalan Sepanjang 200 Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Komisi-II-DPRD-Sulteng-Tinjau-Pengelolaan-Balai-Benih.jpg)