Senin, 18 Mei 2026

Sigi Hari Ini

Sigi Targetkan 60 Koperasi Merah Putih, Dorong Desa Jadi Pusat Ekonomi Baru

Ia menilai model koperasi tersebut akan menciptakan rantai ekonomi yang lebih sehat.

Tayang:
TribunPalu.com/Andika Satria Bharata
Kabupaten Sigi menargetkan pembentukan 60 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai penggerak ekonomi desa dan penguatan ketahanan pangan daerah. 
Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Sigi menargetkan pembentukan 60 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperkuat ekonomi desa dan ketahanan pangan. 
  • Saat ini lima koperasi telah rampung, sementara 56 lainnya sedang dibangun.
  • Koperasi dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang mengintegrasikan pertanian, distribusi pangan, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), memberikan kepastian pasar dan pembiayaan bagi petani, serta mengurangi ketergantungan pada tengkulak.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Kabupaten Sigi menargetkan pembentukan 60 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai penggerak ekonomi desa dan penguatan ketahanan pangan daerah.

Target tersebut disampaikan Bupati Sigi, Mohammad Rizal Intjenae, usai mengikuti peresmian operasional 1.061 titik Koperasi Merah Putih secara nasional oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, di KDKMP Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Sabtu (16/5/2026).

Rizal menjelaskan, saat ini lima koperasi di Kabupaten Sigi telah rampung 100 persen secara fisik dan siap beroperasi. Sementara 56 koperasi lainnya tengah dalam proses penyelesaian pembangunan.

“Alhamdulillah hari ini kita ikut peresmian operasional Koperasi Merah Putih yang dilaksanakan langsung oleh Bapak Presiden. Di Sigi sendiri yang sudah 100 persen ada lima, dan sisanya sedang dalam proses penyelesaian,” ujarnya.

Baca juga: Koperasi Merah Putih di Sigi Disiapkan Jadi Penyuplai Utama Program MBG

Menurutnya, Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi lembaga ekonomi formal, tetapi dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Pemerintah Kabupaten Sigi berencana mengintegrasikan koperasi dengan sektor pertanian, distribusi pangan, hingga dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai model koperasi tersebut akan menciptakan rantai ekonomi yang lebih sehat, di mana petani memiliki akses pembiayaan, dukungan pupuk, hingga pasar yang jelas.

“Petani kita nanti tidak lagi bingung menjual hasil panennya. Mereka menanam dengan kepastian bahwa hasilnya akan terserap melalui koperasi,” kata Rizal.

Lebih jauh, koperasi juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani pada tengkulak dan sistem pembiayaan informal yang selama ini kerap membebani petani.

Baca juga: Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Sigi, Dirasakan hingga Palu

Rizal mengatakan, pemerintah daerah kini fokus mendorong koperasi berbasis sektor produktif, khususnya pertanian, agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

“Kalau ekonomi desa bergerak, maka lapangan kerja tumbuh, pendapatan masyarakat meningkat, dan desa menjadi lebih mandiri,” tandasnya.

Melalui pengembangan 60 Koperasi Merah Putih, Kabupaten Sigi menargetkan lahirnya ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi dari produksi, pembiayaan, distribusi, hingga konsumsi. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved