Minggu, 17 Mei 2026

Pemuda Desa Oncone Raya Parigi Moutong Tanam 2.600 Mangrove, Antisipasi Bencana dan Perubahan Iklim

Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang laut dan abrasi, hutan Mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: mahyuddin
Handover
TANAM MANGROVE - Sebanyak 20 Pemuda Peduli Mangrove Desa Oncone Raya (P2MO), Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, kembali melaksanakan penanaman 2.600 Mangrove di kawasan pesisir pantai, Minggu (17/05/2026). Kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian dalam mengantisipasi terjadinya bencana dan perubahan iklim. 

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Sebanyak 20 Pemuda Peduli Mangrove Desa Oncone Raya (P2MO), Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, kembali melaksanakan penanaman 2.600 Mangrove di kawasan pesisir pantai, Minggu (17/05/2026).

Kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian dalam mengantisipasi terjadinya bencana dan perubahan iklim.

“Saat ini kami kembali melakukan penanaman setelah sebelumnya telah menanam 5.100 mangrove pada hari mangrove sedunia tahun 2025 dan terus akan melakukan penanaman mangrove hingga mencapai 20 ribu mangrove di lahan seluas 3 hektare,” ujar Ketua P2MO Moh Safi’I yang akrab disapa Ari.

Ari mengatakan, kegiatannya itu merupakan bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap upaya pelestarian lingkungan, khususnya dalam mengantisipasi ancaman abrasi pantai, banjir rob, serta dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat pesisir.

Ia menyampaikan, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir.

Baca juga: Dugaan Takaran BBM Tidak Tepat, Konsumen SPBU Toboli Parigi Moutong Protes ke Petugas

Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang laut dan abrasi, hutan Mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut.

Tak hanya itu, Mangrove juga mampu menyerap karbon dalam jumlah besar yang berkontribusi dalam mengurangi dampak pemanasan global.

“Menanam mangrove bukan hanya soal menanam pohon, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan yang lebih aman dan lestari bagi generasi mendatang,” katanya.

Penanaman Mangrove dilakukan di sepanjang kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi.

Para pemuda di desa tersebut menanam bibit mangrove di titik-titik yang telah ditentukan sebagai bagian dari program rehabilitasi ekosistem pesisir.

Gerakan yang diinisiasi P2MO itu mendapat apresiasi dari masyarakat dan pemerintah Desa Oncone karena dinilai memberikan manfaat besar bagi perlindungan lingkungan sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir Kabupaten Parigi Moutong.

Dengan total 7.700 bibit mangrove yang telah ditanam sejak tahun 2025, P2MO menunjukkan komitmen kuat bahwa peran pemuda sangat strategis dalam menjaga kelestarian alam dan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman bencana.

Baca juga: DWP Sigi Gelar Syiar Sigi Religi, Perkuat Silaturahmi dan Nilai Spiritual Anggota

Direktur Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) Mochammad Subarkah, yang turut hadir dan mendampingi kelompok P2MO berharap, semakin banyak pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat luas, dapat terlibat dalam upaya rehabilitasi mangrove demi terciptanya ekosistem pesisir yang sehat, produktif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah pesisir Kabupaten Parigi Moutong.

ROA di Desa Oncone Raya merupakan wilayah yang didampingi untuk kemitraan Pengelolaan Lanskap darat dan Laut Terpadu di Indonesia (SOLUSI), sebuah inisiatif hasil kerja sama antara BMUKN-IKI, GIZ Indonesia & ASEAN, Yayasan KEHATI, CIFOR-ICRAF dan SNV.

”Kami hadir di Oncone untuk memperkuat masyarakat desa dan pemerintah desa terkait pengelolaan kawasan pesisir melalui rehabilitasi kawasan mangrove, perhutanan sosial dan penguatan ekonomi berbasis lanskap," kata Subarkah.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved