Minggu, 31 Mei 2026

Sigi Hari Ini

Jembatan Putus Akibat Banjir, 16 Orang Rentan di Desa Mataue Kulawi Sigi Masih Terisolir

Sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 2 terdampak langsung akibat putusnya jembatan tersebut.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
BPBD Sulteng/Handover
BANJIR - Banjir melanda Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengakibatkan dua desa, Mataue dan Boladangko, terdampak parah dan hingga saat ini masih mengalami keterisolasian. 
Ringkasan Berita:
  • Banjir melanda Desa Mataue dan Boladangko, Kecamatan Kulawi. Di Desa Mataue, satu jembatan penghubung antar dusun putus, sehingga akses hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, menghambat aktivitas 30 KK.
  • Terdapat 16 orang kelompok rentan yang masih terisolir di Dusun 2 Desa Mataue, terdiri dari balita, lansia, dan penyandang disabilitas.
  • Aparat desa dan masyarakat sudah melakukan pembersihan material, sementara pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas PU dan BPBD menyiapkan alat berat.

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Banjir melanda Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengakibatkan dua desa, Mataue dan Boladangko, terdampak parah dan hingga saat ini masih mengalami keterisolasian.

Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, menjelaskan di Desa Mataue satu jembatan penghubung antara Dusun 1 Desa Bolapapu menuju Dusun 2 Desa Mataue putus, sehingga akses hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 2 terdampak langsung akibat putusnya jembatan tersebut.

Baca juga: Kantor Imigrasi Morowali Sosialisasikan Aplikasi Pelaporan Orang Asing

“Di Dusun 2 Desa Mataue terdapat 16 orang kelompok rentan yang masih terisolir, terdiri dari balita (4), lansia (9), dan disabilitas (3),” kata Asbudianto, Senin (19/5/2026).

Sementara itu, di Desa Boladangko akses jalan menuju fasilitas umum seperti kantor desa, Sekolah Dasar (SD), TK, dan gereja terhambat akibat tertutup material banjir.

Meski tidak ada korban jiwa maupun pengungsi, BPBD menekankan kebutuhan mendesak seperti alat berat untuk membersihkan material banjir, pembuatan jembatan darurat, dan bronjong.

Aktivitas masyarakat di Dusun 2 Desa Mataue masih terganggu karena jembatan terputus, sedangkan di Desa Boladangko, aparat desa dan warga telah membersihkan material secara mandiri sehingga akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan bermotor, asalkan kondisi arus sungai normal.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menyatakan telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan BPBD setempat untuk membersihkan sisa material banjir dan menyiapkan alat berat guna membuat jembatan darurat dan bronjong agar tidak terjadi banjir susulan.

Baca juga: KKSS Toli-Toli Lantik Pengurus Baru Masa Bakti 2026-2031, Fokus Tingkatkan Kontribusi Perantau

Banjir terjadi pada Minggu (17/5/2026) dini hari disebabkan meningkatnya debit air sungai di Desa Mataue dan Desa Boladangko, sehingga satu jembatan penghubung antar dusun di Desa Mataue putus.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved