Sigi Hari Ini
Pemkab Sigi Luncurkan Program Adaptasi Perubahan Iklim 2026-2028
Program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Sigi bekerja sama dengan Konsorsium KOLABORASI meluncurkan Program Adaptasi Perubahan Iklim 2026–2028 untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, khususnya di sektor pertanian.
- Program ini berfokus pada tiga pilar: penguatan kebijakan adaptasi iklim di daerah, penerapan pendekatan Water, Energy, Food (WEF) Nexus di desa, dan pengembangan pusat pembelajaran adaptasi iklim.
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Konsorsium KOLABORASI resmi meluncurkan Program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi periode 2026-2028.
Sebagai langkah memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak krisis iklim, khususnya di sektor pertanian dan wilayah pedesaan.
Peluncuran program berlangsung di Aula Kantor Bupati Sigi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota Kabupaten Sigi.
Dihadiri langsung Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, bersama sejumlah pemangku kepentingan dari tingkat daerah hingga nasional.
Konsorsium KOLABORASI merupakan gabungan sejumlah lembaga yang bergerak di bidang lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Yakni Koaksi Indonesia, Lingkar Temu Kabupaten Lestari, Water Stewardship Indonesia, serta Earth Innovation Institute.
Baca juga: Pengawas SPBU Bahomohoni Morowali Beri Surat Peringatan ke Tiga Operator Usai Audit Pertamina
Selain dihadiri unsur pemerintah daerah, kegiatan tersebut juga melibatkan perwakilan Kemitraan untuk Pembaruan Tata Kelola serta Kementerian Lingkungan Hidup yang mengikuti agenda secara daring melalui Zoom Meeting.
Program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman.
Perubahan iklim yang semakin nyata, seperti banjir dan kekeringan yang berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.
Dalam implementasinya, program ini difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penguatan enabling environment atau dukungan kebijakan adaptasi iklim di tingkat daerah.
Penerapan pendekatan Water, Energy, Food (WEF) Nexus di tingkat desa, serta pengembangan pusat pembelajaran adaptasi perubahan iklim atau center of excellence di tingkat kabupaten.
Sebanyak lebih dari 1.500 penerima manfaat ditargetkan terlibat dalam program tersebut yang tersebar di enam desa, masing-masing Desa Bangga, Desa Pandere, Desa Pakuli Utara, Desa Sambo, Desa Simoro, dan Desa Wisolo.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Konsorsium KOLABORASI yang telah memilih Kabupaten Sigi sebagai lokasi implementasi program adaptasi perubahan iklim.
| Kejari Sigi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Korupsi Proyek Pakan |
|
|---|
| Dua Pejabat Dinas Peternakan Sigi Ditahan, Diduga Peras dan Terima Gratifikasi Proyek Rp767,7 Juta |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Kejari Sigi Tetapkan 2 Pejabat Dinas Peternakan Tersangka Dugaan Korupsi |
|
|---|
| Santri Ponpes Modern Al-Istiqamah Ngatabaru Sigi Studi Tour ke Tribun Timur |
|
|---|
| Jembatan Putus Akibat Banjir, 16 Orang Rentan di Desa Mataue Kulawi Sigi Masih Terisolir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/uds89a8jpggg.jpg)