Kamis, 21 Mei 2026

Sigi Hari Ini

Pemkab Sigi Luncurkan Program Adaptasi Perubahan Iklim 2026-2028

Program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

Tayang:
TribunPalu.com/Andika Satria Bharata
Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Konsorsium KOLABORASI resmi meluncurkan Program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi periode 2026-2028. 

Baca juga: APJI Sulteng Kukuhkan Pengurus Cabang Kota Palu dan Sigi Periode 2026-2031

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting di tengah keterbatasan fiskal daerah untuk tetap menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Di tengah keterbatasan fiskal daerah saat ini, program ini menjadi oase bagi pemerintah daerah untuk tetap mendorong kinerja dan kebijakan iklim di Kabupaten Sigi. Kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa solusi konkret dapat dihadirkan untuk masyarakat di tingkat tapak,” ujar Rizal.

Ia menegaskan, Kabupaten Sigi merupakan salah satu daerah yang cukup rentan terhadap dampak perubahan iklim, terutama ancaman banjir dan kekeringan yang kerap mempengaruhi sektor pertanian masyarakat.

Sementara itu, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Franky Zamzani, menilai program di Kabupaten Sigi dapat menjadi contoh praktik baik dalam pelaksanaan adaptasi iklim berbasis kebutuhan masyarakat lokal.

“Program di Sigi ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan solusi yang konkret dan terukur,” katanya.

Hal senada disampaikan Program Manager Environment and Sustainable Governance Kemitraan untuk Pembaruan Tata Kelola, Willy Wicaksono. 

Baca juga: Satresnarkoba Polres Morowali Amankan 35 Paket sabu Seberat 35’01 Gram

Ia menilai program tersebut menjadi salah satu model pemanfaatan pendanaan iklim internasional yang inklusif dan tepat sasaran.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Koaksi Indonesia, Aria Nagasastra, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari keyakinan bahwa upaya adaptasi perubahan iklim yang efektif harus dimulai dari komunitas yang paling terdampak.

Ia menyebut pendekatan Water, Energy, Food (WEF) Nexus menjadi strategi penting untuk memastikan ketahanan air, energi, dan pangan dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Forum Kemitraan Multipihak Sigi Hijau (FKPM) juga diharapkan berperan memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan guna mendukung keberhasilan program.

Program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi dijadwalkan berlangsung hingga April 2028 dan diharapkan mampu memperkuat fondasi kolaborasi multipihak dalam mewujudkan daerah yang tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim di masa mendatang.

Selain peluncuran program, kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sigi dan Koaksi Indonesia selaku lead consortium. 

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Sigi bersama Direktur Eksekutif Koaksi Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama dalam pelaksanaan program tersebut. (*)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved