Selasa, 26 Mei 2026

Banjir Sigi

Penyempitan Sungai Diduga Jadi Penyebab Utama Banjir di Desa Toro Sigi

Peristiwa tersebut dipicu hujan deras mengguyur wilayah itu hingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke area pertanian warga.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
BPBD Sulteng/Handover
BANJIR SIGI - Bencana banjir dan tanah longsor melanda Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (24/5/2026) sore. Peristiwa tersebut dipicu hujan deras mengguyur wilayah itu hingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke area pertanian warga. 
Ringkasan Berita:
  • Hujan deras menyebabkan banjir dan tanah longsor di Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Minggu (24/5/2026), dengan sekitar 50 hektare sawah warga terendam.
  • BPBD Sulteng menduga penyempitan aliran sungai menjadi penyebab utama banjir karena debit air meningkat dan meluap ke area pertanian serta permukiman warga.
  • Tanah longsor turut mengganggu akses jalan penghubung Desa Toro dan Sungku, sementara pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai untuk mencegah banjir susulan.

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Bencana banjir dan tanah longsor melanda Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (24/5/2026) sore.

Peristiwa tersebut dipicu hujan deras mengguyur wilayah itu hingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke area pertanian warga.

Berdasarkan laporan BPBD Sulteng, sekitar 50 hektare sawah milik masyarakat terendam banjir.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Banjir Rendam 50 Hektare Sawah di Desa Toro Sigi, Jalan Penghubung Terdampak

Selain lahan pertanian, sebuah penggilingan padi milik warga juga terdampak genangan air.

Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, mengatakan penyempitan aliran sungai diduga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir di wilayah tersebut.

“Curah hujan tinggi menyebabkan debit air meningkat. Kondisi aliran sungai yang mengalami penyempitan membuat air meluap hingga merendam area persawahan warga,” ujarnya.

Selain banjir, hujan deras juga memicu terjadinya tanah longsor yang berdampak pada akses jalan penghubung antara Desa Toro dan Desa Sungku.

Baca juga: Lapas Kelas II Palu Gelar Razia, Barang Terlarang Warga Binaan Jadi Sasaran

Material longsor sempat menghambat aktivitas masyarakat yang melintas di jalur tersebut.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian warga, hingga Minggu malam genangan air masih menutupi sebagian lahan pertanian masyarakat.

BPBD Sulteng bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak guna mengantisipasi potensi bencana susulan.

Sementara itu, Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan normalisasi sungai dan penanganan jalur aliran air di sekitar permukiman warga.

Langkah tersebut dilakukan agar aliran sungai kembali lancar dan risiko banjir serupa dapat diminimalkan.

Baca juga: Polda Sulteng dan BPN Cek Lokasi PT ATN di Masama Banggai, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi UU Minerba

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.(*)

 

( TribunBreakingNews )

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved