Banjir Morowali
Cerita Warga Bahoruru Morowali Terdampak Banjir: Surat Berharga Ikut Rusak
Pakaian hingga surat-surat penting milik Ruth ikut basah dan rusak karena tidak sempat diselamatkan saat air datang dengan cepat.
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: mahyuddin
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Warga Desa Bahoruru, kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Ruth, terdampak Banjir yang merendam permukiman, Minggu (24/5/2026) sore hingga malam hari.
Saat diwawancarai Tribunpalu.com di halaman rumahnya, Ruth menjelaskan curah hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut sejak sekitar pukul 17.00 WITA.
Tidak lama kemudian, air mulai menggenangi sejumlah titik, terutama di wilayah RT 1 dan RT 2.
“Sejak jam 5 sore hujan deras, bagian atas sudah tenggelam. Di ujung RT 1 dan RT 2 sudah tergenang. Sekitar jam setengah 7 air sudah meluap,” ujarnya saat diwawancarai Tribunpalu.com.
Menurutnya, ketinggian air yang masuk ke dalam rumah warga diperkirakan mencapai sekitar satu meter atau setinggi pinggang orang dewasa.
Baca juga: Personel Brimob Turun Langsung Tangani Banjir di Desa Bahoruru Morowali
Ia mengatakan, derasnya debit air yang datang dari bagian barat menyebabkan air meluap hingga masuk ke area permukiman.
“Di dalam rumah sekitar satu meter, sampai pinggang tadi malam,” kata Ruth.
Selain merendam rumah warga, Banjir juga membawa material lumpur dan pasir ke dalam rumah.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang milik warga ikut terdampak.
Pakaian hingga surat-surat penting milik Ruth ikut basah dan rusak karena tidak sempat diselamatkan saat air datang dengan cepat.
“Surat-surat juga ada yang basah, termasuk surat berharga yang tidak sempat kami selamatkan,” tuturnya.
Meski demikian, Ruth memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut.
“Kalau korban jiwa Alhamdulillah tidak ada,” tutur Ruth.
Baca juga: Bupati Morowali Tinjau Langsung Lokasi Banjir di Desa Bahoruru
Terkait penyebab Banjir, Ruth menduga tingginya curah hujan, kondisi aliran sungai yang belum optimal, serta drainase yang tersumbat menjadi pemicu utama air meluap ke permukiman warga.
“Drainasenya juga tidak optimal, banyak tersumbat sehingga air kembali dan meluap,” katanya.
Ruth berharap pemerintah segera melakukan penanganan cepat, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(*)
| Brimob Bersihkan Sisa Material Banjir di Desa Bahoruru, Drainase Jadi Prioritas |
|
|---|
| Personel Brimob Turun Langsung Tangani Banjir di Desa Bahoruru Morowali |
|
|---|
| Banjir Bandang di Morowali Rusak Sertifikat Rumah hingga Ijazah Warga |
|
|---|
| Pemkab Morowali Segera Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir |
|
|---|
| Bupati Morowali Minta Warga Buka Jalur Sungai yang Ditutup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Ruth-Korban-Banjir-Morowali-2026.jpg)