Senin, 1 Juni 2026

Banjir Morowali

Banjir Bandang di Morowali Rusak Sertifikat Rumah hingga Ijazah Warga

Sejumlah dokumen penting miliknya ikut rusak dan hancur terendam air bercampur lumpur dengan total kerugian mencapai Puluhan Juta.

Tayang:
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Fadhila Amalia
Ismet/TribunPalu/Ismet Togean 20
BANJIR MOROWALI - Banjir bandang menerjang Desa Bahoruru, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu (24/5/2026) malam menyisakan luka mendalam bagi Aditya Mohammad. 
Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang di Desa Bahoruru, Morowali, merusak sejumlah dokumen penting milik warga, termasuk sertifikat rumah dan ijazah.
  • Aditya Mohammad mengaku tidak sempat menyelamatkan berkas karena banjir datang secara tiba-tiba pada Minggu malam.
  • Warga berharap pemerintah membantu proses pengurusan kembali dokumen yang rusak akibat banjir bandang.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Banjir bandang menerjang Desa Bahoruru, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu (24/5/2026) malam menyisakan luka mendalam bagi Aditya Mohammad.

Pasalnya, akibat banjir tersebut sejumlah dokumen penting miliknya ikut rusak dan hancur terendam air bercampur lumpur dengan total kerugian mencapai puluhan Juta.

Saat diwawancarai Tribunpalu.com di rumahnya, Senin (25/5/2026), Aditya mengaku hanya bisa pasrah melihat kondisi berkas-berkas berharganya yang tidak lagi bisa diselamatkan.

Baca juga: Yayasan Aviasi Nusantara Klarifikasi Video Helikopter Jemput Pasien di Bangkep: Bukan Sewa Pribadi

Di tengah aktivitas membersihkan lumpur sisa banjir yang masih memenuhi rumahnya, Aditya memperlihatkan satu per satu dokumen penting miliknya yang rusak parah.

Mulai dari sertifikat rumah, ijazah hingga berbagai berkas penting lainnya tampak dalam kondisi hancur akibat terendam banjir.

“Semua berkas penting rusak, termasuk sertifikat rumah dan ijazah,” ujarnya.

Menurutnya, banjir datang begitu cepat sehingga dirinya tidak sempat menyelamatkan dokumen-dokumen tersebut.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah penanganan serta membantu warga dalam proses pengurusan kembali dokumen penting yang rusak akibat bencana itu.

Aditya juga menyebut banyak warga lain di Desa Bahoruru mengalami kondisi serupa karena dokumen penting disimpan di dalam rumah saat banjir datang secara tiba-tiba.

Baca juga: Bupati Morowali Minta Warga Buka Jalur Sungai yang Ditutup

Hingga kini warga masih melakukan pembersihan rumah dan berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved