Sigi Hari Ini
Ketua RT Ungkap Warga BTN Tinggede Permai Sudah Lama Resah dengan Eks Polwan
Peristiwa dugaan penganiayaan terjadi pada Senin (18/5/2026) bukanlah kejadian pertama yang memicu keresahan warga sekitar.
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Ketua RT 24 BTN Tinggede Permai mengungkap keresahan warga terhadap eks Polwan Yuni Utami yang disebut kerap berselisih dengan warga sejak 2022.
- Beberapa hari sebelum dugaan penganiayaan terjadi, disebut sempat ada gesekan dan pelemparan benda ke rumah korban.
- Warga berharap kasus dugaan penganiayaan diproses serius agar situasi lingkungan kembali aman dan konflik serupa tidak terulang.
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM – Ketua RT 24 BTN Tinggede Permai, Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Wibowo akrab disapa Om Bowo, mengungkap keresahan warga terkait dugaan penganiayaan melibatkan Eks Polwan yakni Yuni Utami terhadap tetangganya.
Menurut Om Bowo, peristiwa dugaan penganiayaan terjadi pada Senin (18/5/2026) bukanlah kejadian pertama yang memicu keresahan warga sekitar.
Ia menyebut konflik melibatkan Yuni Utami sudah berlangsung sejak 2022, setelah yang bersangkutan kembali tinggal di lingkungan tersebut.
Baca juga: Piala Dunia 2026, Alfian Djibran Jagokan Jerman-Perancis, Portugal Kuda Hitam
“Ini sebenarnya akumulasi dari peristiwa-peristiwa sebelumnya. Sejak 2022 setelah dia kembali tinggal di sini, mulai ada kejadian-kejadian yang mengganggu kenyamanan warga,” ujar Om Bowo saat diwawancarai.
Om Bowo mengatakan, sejumlah warga kerap mengeluhkan sikap Yuni Utami yang disebut sering memarahi anak-anak yang bermain bola, menegur warga dengan kata-kata kasar, hingga mempersoalkan kegiatan ronda malam warga.
Menurutnya, warga yang sedang melaksanakan ronda malam bahkan pernah dituduh pesta minuman keras oleh Yuni Utami.
Padahal, kata dia, ronda malam tersebut merupakan tindak lanjut imbauan pemerintah desa untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan.
“Padahal kami ronda untuk menjaga keamanan lingkungan, tapi malah dituduh pesta miras,” katanya.
Sempat Ada Gesekan Sebelum Kejadian
Om Bowo mengungkapkan sebelum dugaan penganiayaan terjadi, situasi lingkungan sebenarnya dalam kondisi aman dan kondusif.
Namun beberapa hari sebelum kejadian, tepatnya pada Jumat malam, disebut sempat terjadi gesekan antara Yuni Utami dan korban.
Baca juga: H-1 Iduladha, Harga Cabai Rawit Hijau Tembus Rp80 Ribu per Kg di Pasar Tradisional Kota Palu
Ia mengaku mendengar langsung suara benda dilempar ke arah rumah korban.
“Saya dengar sendiri ada lemparan ke rumah korban sampai dua kali. Dari situ mungkin mulai memanas sampai akhirnya terjadi peristiwa hari Senin,” ujarnya.
Menurut Om Bowo, Yuni Utami juga beberapa kali terlibat perselisihan dengan warga lain, termasuk dengan tetangga dan tokoh masyarakat di lingkungan tersebut.
“Kalau mau jujur, dia sudah sering berseteru dengan warga. Bahkan persoalan kecil seperti tetangga pelihara burung saja dipermasalahkan,” katanya.
Warga Mengaku Sudah Lama Terganggu
Selain konflik dengan tetangga, warga juga mengaku terganggu dengan kebiasaan Yuni Utami yang disebut sering menggeber sepeda motor, memutar musik keras, dan melakukan siaran langsung TikTok hingga larut malam.
“Kami merasa terganggu karena live tengah malam, musik keras, gas-gas motor. Jadi warga memang sudah lama merasa resah,” ujar Om Bowo.
Ia menyebut emosi warga memuncak setelah melihat dugaan pemukulan terhadap korban yang videonya beredar luas di media sosial.
Menurutnya, suami korban diduga sudah tidak mampu lagi menahan emosi saat melihat istrinya dipukul menggunakan balok kayu.
Baca juga: Tata Cara Salat Idul Adha 2026: Bacaan Niat Hinga Jumlah Takbir Rakaat Pertama dan Kedua
Warga Pernah Upayakan Mediasi
Om Bowo mengaku warga sebenarnya telah beberapa kali mencoba menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
Bahkan, mediasi sempat dilakukan bersama keluarga Yuni Utami hingga melibatkan forum adat Desa Tinggede dan Desa Marawola.
Namun upaya tersebut disebut tidak pernah mencapai titik temu karena pihak Yuni Utami beberapa kali tidak hadir dalam proses mediasi.
“Kami sudah berupaya mediasi sampai empat kali di kantor kecamatan, tapi yang bersangkutan tidak hadir,” katanya.
Warga Minta Polisi Bertindak Tegas
Terkait laporan dugaan penganiayaan yang kini ditangani Polres Sigi, Om Bowo berharap kasus tersebut diproses secara serius agar tidak kembali menimbulkan keresahan di lingkungan warga.
Ia khawatir apabila tidak ada tindakan tegas, konflik serupa bisa kembali terjadi dan berpotensi lebih berbahaya.
“Kalau tidak diproses, kami khawatir ke depan bisa lebih parah. Jangan sampai nanti menggunakan benda tajam atau membahayakan warga lain,” ujarnya.
Om Bowo juga mengungkapkan warga sempat membuat petisi yang ditandatangani warga sekitar sebagai bentuk keresahan terhadap situasi yang terjadi di lingkungan mereka.
Baca juga: Ketua DPRD Morowali Utara Warda Dg Mamala Bagikan 26 Sapi Kurban di Momen Idul Adha 2026
“Kami hanya ingin lingkungan kembali aman dan nyaman seperti dulu,” katanya.(*)
| Bupati Sigi Sebut Data Akurat Jadi Kunci Penanganan Kemiskinan |
|
|---|
| Bupati Sigi Tegaskan Pertanian Jadi Prioritas, Tambang Ilegal Diminta Ditutup |
|
|---|
| Program Desa Cantik Resmi Dicanangkan di Sigi, Tiga Desa Jadi Percontohan |
|
|---|
| Wabup Sigi Minta Warga Tidak Terprovokasi Kasus Eks Polwan |
|
|---|
| Terpilih Aklamasi di Musda III, Edy Syupratman Pimpin Pertina Sigi Periode 2026-2030 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Ketua-RT-Ungkap-Warga-BTN-Tinggede-Permai-Sudah-Lama-Resah-dengan-Eks-Polwan.jpg)