Selasa, 26 Mei 2026

Sigi Hari Ini

Ketua RT Ungkap Warga BTN Tinggede Permai Sudah Lama Resah dengan Eks Polwan

Peristiwa dugaan penganiayaan terjadi pada Senin (18/5/2026) bukanlah kejadian pertama yang memicu keresahan warga sekitar.

Tayang:
Andika/TribunPalu/Andika Satria Bharata
KASUS EKS POLWAN - Ketua RT 24 BTN Tinggede Permai, Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Wibowo akrab disapa Om Bowo, mengungkap keresahan warga terkait dugaan penganiayaan melibatkan Eks Polwan yakni Yuni Utami terhadap tetangganya. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua RT 24 BTN Tinggede Permai mengungkap keresahan warga terhadap eks Polwan Yuni Utami yang disebut kerap berselisih dengan warga sejak 2022.
  • Beberapa hari sebelum dugaan penganiayaan terjadi, disebut sempat ada gesekan dan pelemparan benda ke rumah korban.
  • Warga berharap kasus dugaan penganiayaan diproses serius agar situasi lingkungan kembali aman dan konflik serupa tidak terulang.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM – Ketua RT 24 BTN Tinggede Permai, Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Wibowo akrab disapa Om Bowo, mengungkap keresahan warga terkait dugaan penganiayaan melibatkan Eks Polwan yakni Yuni Utami terhadap tetangganya.

Menurut Om Bowo, peristiwa dugaan penganiayaan terjadi pada Senin (18/5/2026) bukanlah kejadian pertama yang memicu keresahan warga sekitar.

Ia menyebut konflik melibatkan Yuni Utami sudah berlangsung sejak 2022, setelah yang bersangkutan kembali tinggal di lingkungan tersebut.

Baca juga: Piala Dunia 2026, Alfian Djibran Jagokan Jerman-Perancis, Portugal Kuda Hitam

“Ini sebenarnya akumulasi dari peristiwa-peristiwa sebelumnya. Sejak 2022 setelah dia kembali tinggal di sini, mulai ada kejadian-kejadian yang mengganggu kenyamanan warga,” ujar Om Bowo saat diwawancarai.

Om Bowo mengatakan, sejumlah warga kerap mengeluhkan sikap Yuni Utami yang disebut sering memarahi anak-anak yang bermain bola, menegur warga dengan kata-kata kasar, hingga mempersoalkan kegiatan ronda malam warga.

Menurutnya, warga yang sedang melaksanakan ronda malam bahkan pernah dituduh pesta minuman keras oleh Yuni Utami.

Padahal, kata dia, ronda malam tersebut merupakan tindak lanjut imbauan pemerintah desa untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan.

“Padahal kami ronda untuk menjaga keamanan lingkungan, tapi malah dituduh pesta miras,” katanya.

Sempat Ada Gesekan Sebelum Kejadian

Om Bowo mengungkapkan sebelum dugaan penganiayaan terjadi, situasi lingkungan sebenarnya dalam kondisi aman dan kondusif.

Namun beberapa hari sebelum kejadian, tepatnya pada Jumat malam, disebut sempat terjadi gesekan antara Yuni Utami dan korban.

Baca juga: H-1 Iduladha, Harga Cabai Rawit Hijau Tembus Rp80 Ribu per Kg di Pasar Tradisional Kota Palu

Ia mengaku mendengar langsung suara benda dilempar ke arah rumah korban.

“Saya dengar sendiri ada lemparan ke rumah korban sampai dua kali. Dari situ mungkin mulai memanas sampai akhirnya terjadi peristiwa hari Senin,” ujarnya.

Menurut Om Bowo, Yuni Utami juga beberapa kali terlibat perselisihan dengan warga lain, termasuk dengan tetangga dan tokoh masyarakat di lingkungan tersebut.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved