Rabu, 27 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Pemprov Sulteng Genjot Hilirisasi Durian dan Kelapa untuk Pasar Ekspor

Pemerintah daerah pun terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk membuka akses pasar luar negeri.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN/Handover
EKSPOR DURIAN DAN KELAPA - Pertemuan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A Lamadjido dengan Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (26/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat hilirisasi komoditas unggulan agar mampu bersaing di pasar internasional.
  • Jalur penerbangan internasional tersebut dijadwalkan beroperasi mulai 10 Juli 2026 untuk mendukung distribusi ekspor.
  • Sepanjang Januari hingga April 2026, ekspor durian beku asal Sulteng mencapai 151 kontainer dengan volume 4.077 ton.

TRIBUNPALU.COM, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah melalui penguatan sektor ekspor durian dan kelapa ke pasar internasional.

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A Lamadjido dengan Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (26/5/2026).

Pertemuan itu membahas strategi peningkatan kualitas serta percepatan distribusi komoditas unggulan Sulawesi Tengah agar mampu memenuhi standar ekspor global.

Baca juga: 29 Rumah Warga Desa Sulewana Poso Rusak, Ini Hasil Investigasi Tim Pakar ITB

Gubernur Anwar Hafid mengatakan Sulawesi Tengah memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penghasil durian unggulan di Indonesia.

Pemerintah daerah pun terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk membuka akses pasar luar negeri.

Selain durian, komoditas kelapa juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui program hilirisasi dan ekspor berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, turut dibahas rencana pembukaan penerbangan langsung Guangzhou–Palu dijadwalkan mulai beroperasi pada 10 Juli 2026 melalui Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri.

Penerbangan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses distribusi komoditas ekspor dari Sulawesi Tengah menuju pasar Tiongkok.

Baca juga: Pemkab Poso Serahkan 2 Ekor Sapi Kurban ke PHBI Jelang Idul Adha

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding menekankan pentingnya penerapan standar kualitas dan sistem karantina untuk meningkatkan daya saing produk daerah di pasar internasional.

Menurutnya, penguatan laboratorium dan pengawasan mutu menjadi bagian penting agar komoditas asal Sulawesi Tengah dapat diterima di pasar global, termasuk kawasan Eropa.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, ekspor durian beku ke Tiongkok sejak Januari hingga April 2026 mencapai 151 kontainer dengan volume 4.077 ton dan nilai mencapai Rp377,5 miliar.

Capaian tersebut dinilai menjadi peluang besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka pasar baru bagi komoditas unggulan Sulawesi Tengah.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved