Kamis, 28 Mei 2026

Podcast DPRD Morowali

Dilantik di Umur 27 Tahun, Gen Z Jadi Legislator DPRD Morowali

Pria yang akrab disapa Mas Reza ini melenggang ke gedung dewan melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
  • Moh Reza, kelahiran 1997, menjadi anggota DPRD Morowali termuda pada usia 27 tahun melalui mekanisme PAW dari Partai Gerindra.
  • Ia menggantikan anggota sebelumnya yang mundur untuk maju di Pilkada.
  • Lulusan Hukum Universitas Tadulako ini sudah lama bercita-cita terjun ke politik.
  • Ia dikenal dengan penampilan khas rambut gondrong dan berhasil terpilih di Dapil 1 Morowali yang persaingannya sangat ketat, bahkan disebut “Dapil Neraka”.

TRIBUNPALU.COM - Kursi parlemen Kabupaten Morowali kini resmi diwarnai oleh representasi generasi Z. 

Moh Reza, seorang pemuda kelahiran tahun 1997, resmi dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Morowali di usianya yang baru menginjak 27 tahun.

Pelantikan ini menempatkan dirinya sebagai salah satu legislator termuda di daerah tersebut, sekaligus mencuri perhatian publik lewat penampilannya yang nyentrik dengan rambut gondrong.

Pria yang akrab disapa Mas Reza ini melenggang ke gedung dewan melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Partai Gerindra.

Ia mengisi kursi yang ditinggalkan oleh seniornya yang mundur demi bertarung di perhelatan Pilkada.

Meski dilantik di usia yang sangat muda melalui proses politik yang dinamis, lulusan Hukum Universitas Tadulako ini mengaku bahwa duduk di parlemen memang sudah menjadi impiannya sejak lama.

Baca juga: Dari Penjual Bensin Eceran hingga Tembus DPRD Morowali, Ini Kisah Inspiratif Irham

"Saya kira itu menjadi cita-cita memang dari awal, karena memang kuliah di Hukum basic-nya pasti bicara politik, bicara sosial. Alhamdulillah kita komunikasi, koordinasi dengan pimpinan, dan alhamdulillah dilantik di umur 27 tahun," ujar Moh Reza di Podcast Tribun VIP.

Pencapaian Moh Reza di usia 27 tahun ini menjadi pembuktian besar, mengingat ia harus bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Bungku Timur dan Bungku Tengah.

Wilayah ini populer disebut masyarakat setempat sebagai "Dapil Neraka" karena persaingan yang sangat sengit untuk memperebutkan alokasi yang hanya enam kursi.

Namun, modal kedekatan emosional sebagai sesama anak muda membuat partai yang menaunginya sukses meraup akumulasi 6.700-an suara dan mengamankan dua kursi.

Keterpilihan Moh Reza sekaligus mematahkan anggapan bahwa generasi muda saat ini bersikap apatis terhadap politik.

Baca juga: TMMD ke-128, Ubah Jalan Lumpur di Sausu Trans Jadi Akses Harapan bagi Petani Durian

Di Morowali, situasinya justru berbanding terbalik karena mayoritas formasi pemilih didominasi oleh anak-anak muda yang proaktif.

"Melihat peluang untuk menjadi anggota DPR dari kalangan Gen Z atau milenial itu sangat besar di Kabupaten Morowali. Karena memang kita 60 sampai 70 persen pemilih itu dari kalangan Gen Z dan milenial. Kalau dikatakan kebanyakan anak-anak muda tidak terlalu tertarik di politik, nah itu berbanding terbalik dengan Morowali," kata mantan karyawan perusahaan swasta di Bahodopi ini.

Ia juga menambahkan bahwa hampir 80 persen pemilih yang mendukungnya berasal dari kalangan anak muda.

Sebagai wakil rakyat berumur 27 tahun, Moh Reza tetap tampil percaya diri dengan gaya khasnya yang berambut gondrong.

Ia berkelakar bahwa penampilannya sama sekali tidak menyalahi aturan dewan.

Baca juga: Pemkab Poso Dukung Pembinaan Generasi Muda Lewat PERSAMI KKRI

"Selama masih kelihatan rapi, boleh, boleh, boleh," tuturnya sembari tersenyum saat ditanya mengenai rambut gondrongnya yang nyentrik tersebut.

Di balik usia muda dan gaya santainya, putra daerah yang kini tinggal bersama ibundanya setelah sang ayah berpulang ini menyimpan komitmen pengabdian yang kuat.

Motivasi terbesarnya terjun ke dunia politik di usia muda adalah demi meluaskan skala bantuan kepada masyarakat.

"Pengabdian yang betul-betul bisa kita full untuk masyarakat itu boleh dibilang ya di politik. Kalau ibarat dulu kita masih di dunia swasta, hanya dua-tiga orang yang bisa kita bantu. Tapi kalau misalkan kita menjadi anggota DPR, itu kita bisa membantu orang banyak. Jadi motivasi saya masuk dalam politik itu paling tidak bisa membantu masyarakat Morowali lebih tepatnya," pungkas Moh Reza. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved