Podcast DPRD Morowali
Dari Kuli Sawit hingga Duduki Kursi Parlemen, Ini Kisah Unik Legislator Agus Wiratno di Morowali
Berangkat dari latar belakang sebagai warga transmigrasi asal Indramayu, Jawa Barat, Agus kini menjadi figur penting yang mendedikasikan hidupnya.
Ringkasan Berita:
- Agus Wiratno, anggota DPRD Morowali dua periode, memiliki perjalanan hidup inspiratif dari pekerja kasar di perusahaan kelapa sawit hingga menjadi wakil rakyat.
- Pria asal Indramayu, Jawa Barat, yang datang ke Morowali sebagai warga transmigrasi pada 1995.
- Karier pengabdiannya dimulai saat didorong menjadi anggota BPD dan kemudian terpilih sebagai Kepala Desa pada 2015.
- Berkat komitmennya membangun infrastruktur pertanian dan pemukiman warga transmigrasi.
TRIBUNPALU.COM - Kisah inspiratif datang dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Morowali dua periode, Agus Wiratno.
Siapa sangka, pria yang kini vokal menyuarakan hak-hak masyarakat di gedung parlemen tersebut mengawali langkahnya di tanah rantau sebagai seorang pekerja kasar di perusahaan kelapa sawit.
Berangkat dari latar belakang sebagai warga transmigrasi asal Indramayu, Jawa Barat, Agus kini menjadi figur penting yang mendedikasikan hidupnya untuk mendengarkan dan menyelesaikan langsung keluhan warga di lapangan.
Pria lulusan Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) ini mengaku sama sekali tidak pernah bermimpi atau berencana terjun ke dunia politik saat pertama kali menginjakkan kaki di Morowali pada tahun 1995, yang kala itu masih menjadi bagian dari Kabupaten Poso.
Titik balik hidupnya dimulai ketika ia didorong oleh seorang kepala dusun untuk maju sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga akhirnya terpilih menjadi Kepala Desa pada tahun 2015.
Karena komitmennya yang kuat terhadap kemajuan infrastruktur pertanian dan pemukiman warga transmigrasi, masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 kemudian mendaulatnya untuk maju ke DPRD Morowali pada Pemilu 2019 hingga berhasil mempertahankan kursinya di periode kedua.
Baca juga: Asklin Sulteng Gelar Smart Primary Care Expo 2026, Dorong Kolaborasi Puskesmas dan Klinik
Keunikan politisi perantau ini terletak pada gaya kepemimpinannya yang sangat membumi.
Di saat banyak pejabat menjaga jarak, Agus justru menerapkan prinsip wajib bertemu dengan tiga hingga empat orang warga setiap hari secara langsung.
Ia bahkan melarang konstituennya untuk datang menemui dirinya di rumah, melainkan ia sendiri yang bergerak aktif mendatangi warga hingga ke area persawahan demi mengidentifikasi masalah secara mendetail.
"Saya terjun ke sawah ya, ke rumah-rumah masyarakat, bahkan saya larang masyarakat ke rumah saya. Mendingan dia via telepon, saya yang hadir ke rumah masyarakat," ungkap Agus saat menceritakan kedekatannya dengan warga setempat.
Selama turun ke lapangan, Agus kerap menghadapi berbagai keluhan mulai dari masalah ekonomi, biaya sekolah, hingga warga sakit yang takut berobat karena kendala biaya.
Namun menariknya, rutinitas padat yang menyita waktu senggangnya ini justru menjadi obat penawar lelah terbaik baginya setelah seharian bergelut dengan urusan birokrasi kantor.
Baca juga: MAXi Race Yamaha Gegerkan Motoprix Surabaya 2026, AEROX Turbo Jadi Sorotan
"Saya melepas penat itu dengan ke masyarakat, itu hilang meskipun dapat keluhan-keluhan dari masyarakat. Hilang semua persoalan ketika kita punya unek-unek beban pikiran di kantor, begitu ketemu masyarakat hilang," tuturnya sambil tersenyum.
Melihat perkembangan pesat Morowali yang kini bertransformasi menjadi daerah industri berbasis nikel, Agus menekankan pentingnya pengawasan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
| Muhammad, Politisi Milenial Morowali Bawa Perubahan untuk Morowali |
|
|---|
| Dari Trotoar ke Parlemen, Kisah Asgar Wahab Merajut Asa di DPRD Morowali |
|
|---|
| Empat Periode di DPRD Morowali, Aminuddin Awaludin Bagikan Cerita Awal Mula Terjun Dunia Politik |
|
|---|
| Dari ASN ke DPRD, Ini Perjalanan Jejak Karier Aminuddin Awaluddin di Morowali |
|
|---|
| Politisi Muda Morowali, Yopie Sabara Bawa Solusi untuk Lonjakan Penduduk dan Infrastruktur |
|
|---|