Podcast DPRD Morowali
Kisah Nurianti Karim, Anggota DPRD Morowali Terima Aduan Warga hingga Tengah Malam
Perubahan ritme hidup yang sangat kontras ini diakuinya sebagai tantangan terbesar sekaligus pengabdian tertinggi.
Ringkasan Berita:
- Nurianti Karim, satu-satunya legislator perempuan dari Fraksi NasDem di DPRD Kabupaten Morowali, dikenal sangat total dalam melayani masyarakat hingga kerap menerima aduan warga di tengah malam di rumahnya.
- Ia menegaskan bahwa waktunya kini sepenuhnya untuk rakyat, sehingga harus siap melayani kapan saja tanpa memikirkan lelah.
TRIBUNPALU.COM - Menjadi wakil rakyat berarti harus siap mewakafkan waktu penuh untuk masyarakat, bahkan ketika jarum jam sudah melewati tengah malam.
Prinsip totalitas tanpa batas inilah yang kini dipegang teguh oleh Nurianti Karim, satu-satunya legislator perempuan di Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Morowali.
Kehidupan lamanya sebagai Ibu Rumah Tangga yang biasanya sudah bisa beristirahat tenang dan menidurkan anak-anak pada jam sepuluh malam, kini berubah drastis sejak ia mengenakan pin anggota dewan.
Bagi Nurianti, tengah malam justru sering menjadi ruang sidang kedua di mana ia harus membuka pintu rumah lebar-lebar untuk menerima aduan mendesak dari warga.
Perubahan ritme hidup yang sangat kontras ini diakuinya sebagai tantangan terbesar sekaligus pengabdian tertinggi yang harus ia jalani demi amanah konstituen.
Nurianti menceritakan bahwa komitmen untuk selalu ada bagi masyarakat tidak boleh terhalang oleh rasa lelah maupun kantuk yang menyerang di malam hari.
Baca juga: Sengketa Tanah Ratusan Miliar Libatkan BUMN, Putusan Sela PN Palu Dibatalkan Pengadilan Tinggi
"Tantangannya luar biasa, terutama soal membagi waktu antara anak-anak dan masyarakat. Sering kali di jam istirahat tengah malam, ada warga yang datang bertamu karena ada masalah darurat. Otomatis, rasa kantuk harus dibuang jauh-jauh dan kami harus tetap bangun melayani mereka. Saya selalu menanamkan dalam diri bahwa waktu saya sekarang bukan lagi milik pribadi, melainkan sudah dihibahkan untuk masyarakat," ungkap Nurianti dengan penuh kesungguhan.
Transformasi besar dari seorang perempuan yang dulunya hanya sibuk di wilayah domestik hingga kini mampu berdiri mandiri di panggung politik lokal Morowali tidak lepas dari perjalanan panjangnya saat mendampingi sang suami, Kuswandi, yang merupakan mantan Ketua DPRD Morowali.
Sering ikut turun ke lapangan menemui warga membuat batin Nurianti terketuk ketika melihat langsung perjuangan hidup ibu-ibu di wilayah pesisir dan kepulauan.
Rasa iba tersebut perlahan menjelma menjadi tekad kuat untuk maju ke parlemen agar memiliki kekuatan nyata dalam mengeksekusi bantuan.
Baca juga: Pemkab Morowali Utara Perkuat Perlindungan Sosial Lewat BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Rentan
Kini, di Daerah Pemilihan dua yang mencakup wilayah Bahodopi, Bungku Selatan, dan Bungku Pesisir, pintu rumahnya selalu terbuka bagi siapa saja yang datang mengeluh, mulai dari masalah ekonomi keluarga hingga fasilitas kerja.
Aspirasi yang datang mengetuk pintunya di larut malam pun sangat beragam, dan sebagian besar didominasi oleh kaum perempuan yang ingin memajukan taraf hidup keluarga mereka.
Nurianti selalu mendengarkan dengan saksama setiap keluh kesah tersebut tanpa membedakan waktu luang ataupun waktu istirahatnya.
| Dari Demonstran ke Anggota Dewan, Puspa Bayu Soroti Tata Ruang Morowali |
|
|---|
| Dua Periode di Legislatif, Agus Wiratno Nilai Pertumbuhan Ekonomi Morowali Tumbuh Pesat |
|
|---|
| Dari Kuli Sawit hingga Duduki Kursi Parlemen, Ini Kisah Unik Legislator Agus Wiratno di Morowali |
|
|---|
| Muhammad, Politisi Milenial Morowali Bawa Perubahan untuk Morowali |
|
|---|
| Dari Trotoar ke Parlemen, Kisah Asgar Wahab Merajut Asa di DPRD Morowali |
|
|---|