Kamis, 28 Mei 2026

UIP Sulawesi

Cahaya Idul Adha Hadir di Rumah Lewat Program Light Up The Dream PLN UIP Sulawesi

Di rumah kecilnya yang jauh dari kemewahan, listrik bukanlah sesuatu yang benar-benar ia miliki.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Handover
Dusun Pangajiang di Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, siang itu terasa berbeda.  

Menurutnya, hadirnya listrik di rumah masyarakat bukan hanya soal penerangan, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, hingga mendorong kesejahteraan keluarga.

“Kami percaya, ketika listrik hadir, maka peluang kehidupan yang lebih baik juga ikut menyala,” tambahnya.

Baca juga: Jadi Khatib Iduladha, Menteri Nusron Sampaikan Pesan untuk Sembelih Ego dan Keserakahan

Di hadapan manajemen PLN dan masyarakat yang hadir, Ibu Daeng Kanang tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.

“Selama ini saya hanya menumpang listrik sama tetangga. Kadang merasa tidak enak juga. Alhamdulillah sekarang rumah saya sudah ada listrik sendiri. Terima kasih banyak untuk PLN dan semua yang sudah membantu,” ucapnya pelan.

Tidak hanya menerima bantuan pasang baru listrik, Ibu Daeng Kanang juga menerima bantuan santunan berupa paket sembako sebagai bagian dari semangat berbagi di momentum Idul Adha.

Sekretaris Desa Parigi, Hizbullah Ardan Patta Nojeng mengapresiasi langkah PLN UIP Sulawesi yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN UIP Sulawesi. Program ini sangat membantu masyarakat kami yang memang membutuhkan akses listrik namun terkendala biaya. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena dampaknya sangat dirasakan langsung oleh warga,” tuturnya.

Baca juga: Gubernur Sulteng Serahkan Sapi Qurban Presiden RI "Kentung" di Masjid Baitul Khairaat

PLN UIP Sulawesi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh tim PLN yang telah mendukung pelaksanaan program penyambungan listrik bagi masyarakat.

Bagi sebagian orang, listrik mungkin hanya sebatas sakelar dan cahaya lampu. Namun bagi Ibu Daeng Kanang, cahaya itu adalah simbol harapan baru—bahwa hidup yang sederhana pun tetap pantas diterangi mimpi dan perhatian.

Di momen Idul Adha yang sarat makna pengorbanan dan kepedulian, cahaya akhirnya benar-benar hadir di rumah kecil itu. (*)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved