Rabu, 3 Juni 2026

Haji 2026

Jemaah Haji Asal Banggai Laut Wafat, Kemenag Sulteng Minta Peserta Lain Jaga Kesehatan

Muchlis menyampaikan duka cita atas wafatnya jemaah haji tersebut dan berharap almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Zulfadli/TribunPalu.com
JEMAAH HAJI SULTENG WAFAT - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Tengah, Muchlis Aseng. 
Ringkasan Berita:
  • Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Tengah mengimbau jamaah haji menjaga kesehatan setelah seorang jamaah asal Banggai Laut meninggal dunia di Arab Saudi.
  • Jemaah bernama Nurhani Dg Parani (62) dari Kloter 9 BPN dilaporkan wafat di RS Mina Wadi usai mengalami sesak napas.
  • Ketua Kloter 9 BPN menyebut almarhumah sempat dirujuk dari tenda jamaah di Mina dan menjalani perawatan intensif sebelum meninggal dunia.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Tengah, Muchlis Aseng, mengimbau seluruh jemaah haji asal Sulawesi Tengah untuk menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.

Imbauan tersebut disampaikan setelah seorang jemaah haji asal Kabupaten Banggai Laut, Nurhani Dg Parani (62), meninggal dunia di RS Mina Wadi, Jumat (29/5/2026) dini hari waktu setempat.

Nurhani diketahui tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 9 Embarkasi Balikpapan (BPN).

Baca juga: BREAKINGNEWS: Jemaah Haji Asal Banggai Laut Sulteng Meninggal di Arab Saudi, Mengeluh Sesak Napas

“Innalillahi wa innalillahi rojiuun, telah meninggal dunia jamaah Sulteng asal Banggai Laut di RS Mina Wadi, atas nama Nurhani Dg Parani dari Kloter 09 BPN,” ujar Muchlis melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (29/5/2026).

Muchlis menyampaikan duka cita atas wafatnya jemaah haji tersebut dan berharap almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Ia juga meminta jemaah haji lainnya untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca di Arab Saudi agar terhindar dari gangguan kesehatan selama menjalani rangkaian ibadah haji.

Sementara itu, Ketua Kloter 9 BPN, Muhammad Syamsu Nursi, mengatakan almarhumah sebelumnya mengeluhkan sesak napas sejak sehari sebelum meninggal dunia.

Menurutnya, Nurhani dirujuk ke rumah sakit dari tenda jamaah di Mina pada Kamis sore karena kondisi kesehatannya menurun.

“Almarhumah memang sudah dirujuk dari kemarin sore dari tenda kita di Mina karena keluhan sesak napas. Suami istri kemarin kita rujuk ke rumah sakit, namun istrinya yang meninggal tadi subuh,” kata Syamsu.

Ia menjelaskan, almarhumah sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Mina Wadi sebelum akhirnya meninggal dunia usai salat subuh waktu setempat.

Baca juga: Melihat SMP Negeri Mirqan, Sekolah Baru di Luwuk Selatan Banggai Berbiaya Rp8 Miliar

Saat ini, pihak ketua kloter bersama tim dokter masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait proses pemulasaraan jenazah almarhumah.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved