Palu Hari Ini
BPS Palu: Sektor Perdagangan Masih Mendominasi Dunia Usaha di Kota Palu
Agus menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah proses pendataan lapangan.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Menjelang Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu mencatat sektor perdagangan sebagai lapangan usaha paling dominan berdasarkan data awal (prelist) pelaku usaha.
- Kepala BPS Kota Palu, Agus Santoso, menekankan bahwa data ini bersifat sementara dan dapat berubah setelah pendataan lapangan selesai, karena klasifikasi usaha akan disesuaikan dengan konsep resmi KBLI.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Sektor perdagangan masih menjadi lapangan usaha yang paling dominan di Kota Palu berdasarkan data awal yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Kepala BPS Kota Palu, Agus Santoso, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari daftar awal (prelist) pelaku usaha yang telah disusun BPS sebagai bagian dari persiapan sensus.
“Berdasarkan jumlah usaha dalam prelist yang kami miliki saat ini, sektor yang paling dominan di Kota Palu adalah sektor perdagangan,” ujar Agus Santoso usai Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di Halaman Kantor Wali Kota Palu, Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (4/6/2026).
Meski demikian, Agus menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah proses pendataan lapangan selesai dilakukan.
Baca juga: Atasi Tekanan Fiskal, Kabupaten Poso Bidik Pendapatan Baru dari Sektor Ekonomi Hijau
Menurutnya, klasifikasi usaha dalam sensus akan disesuaikan dengan konsep dan definisi yang berlaku sehingga tidak menutup kemungkinan terdapat perubahan kategori lapangan usaha.
“Setelah pendataan dilakukan, bisa saja ada usaha yang sebelumnya masuk kategori perdagangan ternyata lebih tepat diklasifikasikan ke lapangan usaha lainnya,” katanya.
Agus menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk memotret struktur perekonomian Kota Palu secara lebih akurat.
Melalui sensus tersebut, BPS tidak hanya mencatat jumlah usaha, tetapi juga mengumpulkan data mengenai tenaga kerja serta karakteristik usaha pada masing-masing sektor ekonomi.
Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun berbagai program pengembangan ekonomi daerah.
Baca juga: Bupati Buol Dorong Produksi Sawit Dukung Kebijakan Biofuel B50
Menurut Agus, apabila hasil sensus menunjukkan sektor perdagangan tidak hanya memiliki jumlah usaha terbanyak tetapi juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, maka sektor tersebut dapat menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah.
“Pemerintah bisa menggunakan data itu untuk menentukan kebijakan. Misalnya melalui pelatihan, pengembangan usaha, atau program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan sektor tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, cakupan Sensus Ekonomi 2026 sangat luas karena mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang mencakup 22 lapangan usaha.
Karena itu, sensus tidak hanya menyasar sektor perdagangan, tetapi juga sektor pertanian, industri pengolahan, jasa, industri kreatif, hingga usaha berbasis teknologi digital.
“Sensus ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi dan potensi ekonomi Kota Palu saat ini,” katanya.
Sebagai informasi, pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. BPS Kota Palu telah menyiapkan 282 petugas untuk melakukan pendataan terhadap puluhan ribu pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palu. (*)
| Wifi Gratis Bakal Hadir di RSUD Madani, Lapangan Vatulemo, Masjid Raya hingga Hutan Kota Palu |
|
|---|
| Transportasi Online 3 Roda Kini Hadir di Kota Palu, Operasikan 9 Unit |
|
|---|
| Tiga Siswa Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia, SMPN 1 Palu Dominasi Nilai Sempurna di Kota Palu |
|
|---|
| Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kodam Palaka Wira, Brigjen Sugiono Bacakan Pidato BPIP |
|
|---|
| Dishub Palu Imbau Pengendara Cermati Rambu dan Skema Perubahan Arus di Jembatan I dan III |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/dy89ayd89ad89ajpgggg.jpg)