Kamis, 4 Juni 2026

Palu Hari Ini

BPS Palu: Sektor Perdagangan Masih Mendominasi Dunia Usaha di Kota Palu

Agus menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah proses pendataan lapangan.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Handover
Sektor perdagangan masih menjadi lapangan usaha yang paling dominan di Kota Palu berdasarkan data awal yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Menjelang Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu mencatat sektor perdagangan sebagai lapangan usaha paling dominan berdasarkan data awal (prelist) pelaku usaha. 
  • Kepala BPS Kota Palu, Agus Santoso, menekankan bahwa data ini bersifat sementara dan dapat berubah setelah pendataan lapangan selesai, karena klasifikasi usaha akan disesuaikan dengan konsep resmi KBLI.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Sektor perdagangan masih menjadi lapangan usaha yang paling dominan di Kota Palu berdasarkan data awal yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Kepala BPS Kota Palu, Agus Santoso, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari daftar awal (prelist) pelaku usaha yang telah disusun BPS sebagai bagian dari persiapan sensus.

“Berdasarkan jumlah usaha dalam prelist yang kami miliki saat ini, sektor yang paling dominan di Kota Palu adalah sektor perdagangan,” ujar Agus Santoso usai Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di Halaman Kantor Wali Kota Palu, Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (4/6/2026).

Meski demikian, Agus menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah proses pendataan lapangan selesai dilakukan.

Baca juga: Atasi Tekanan Fiskal, Kabupaten Poso Bidik Pendapatan Baru dari Sektor Ekonomi Hijau

Menurutnya, klasifikasi usaha dalam sensus akan disesuaikan dengan konsep dan definisi yang berlaku sehingga tidak menutup kemungkinan terdapat perubahan kategori lapangan usaha.

“Setelah pendataan dilakukan, bisa saja ada usaha yang sebelumnya masuk kategori perdagangan ternyata lebih tepat diklasifikasikan ke lapangan usaha lainnya,” katanya.

Agus menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk memotret struktur perekonomian Kota Palu secara lebih akurat.

Melalui sensus tersebut, BPS tidak hanya mencatat jumlah usaha, tetapi juga mengumpulkan data mengenai tenaga kerja serta karakteristik usaha pada masing-masing sektor ekonomi.

Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun berbagai program pengembangan ekonomi daerah.

Baca juga: Bupati Buol Dorong Produksi Sawit Dukung Kebijakan Biofuel B50

Menurut Agus, apabila hasil sensus menunjukkan sektor perdagangan tidak hanya memiliki jumlah usaha terbanyak tetapi juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, maka sektor tersebut dapat menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah.

“Pemerintah bisa menggunakan data itu untuk menentukan kebijakan. Misalnya melalui pelatihan, pengembangan usaha, atau program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan sektor tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, cakupan Sensus Ekonomi 2026 sangat luas karena mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang mencakup 22 lapangan usaha.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved