Senin, 8 Juni 2026

Sigi Hari Ini

Pemkab Sigi dan Pemprov Sulteng Buktikan Komitmen Lewat Rekonstruksi Jalan Palu–Kulawi

Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan pemerintah pusat menjadi kunci percepatan pembangunan.

Tayang:
Andika/TribunPalu/Andika Satria Bharata
GROUNDBREAKING PALU-KULAWI - Berbagai komentar dan tudingan selama ini beredar di media sosial mengenai kondisi Jalan Palu–Kulawi akhirnya mendapat jawaban langsung dari Pemerintah Kabupaten Sigi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.  

“Kalau saya ke Jakarta bukan untuk jalan-jalan. Saya datang untuk memperjuangkan anggaran dan program pembangunan bagi masyarakat Sigi. Kalau tidak ada perjuangan ke pusat, pembangunan tidak akan berjalan seperti yang kita lihat hari ini,” katanya.

Rizal mengungkapkan bahwa sejak awal menjabat, salah satu prioritas yang langsung diperjuangkannya adalah perbaikan ruas Palu–Kulawi.

Karena kondisi jalan tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat dan bahkan menimbulkan kecelakaan yang merenggut korban jiwa.

Selain Palu–Kulawi, Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mendorong pembukaan akses menuju sejumlah wilayah terpencil yang selama ini masih mengalami keterisolasian. 

Baca juga: Celebest FC Sapu Bersih Fase Grup, Lolos ke 32 Besar Liga 4 Nasional sebagai Juara Grup K

Menurutnya, pembangunan jalan bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi membuka peluang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan investasi bagi masyarakat.

“Daerah tidak akan maju kalau aksesnya tidak dibuka. Jalan adalah pintu masuk pembangunan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang dijalankan pemerintah bukanlah proyek pencitraan, melainkan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

“Ini bukan soal popularitas dan bukan mencari pujian. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. Uang rakyat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat yang bisa dirasakan,” kata Anwar.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan senilai Rp604,8 miliar tersebut tetap dilaksanakan meskipun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menghadapi tekanan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional. 

APBD Provinsi Sulawesi Tengah yang sebelumnya berada pada kisaran Rp5,7 triliun mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp4,3 triliun. 

Namun pemerintah tetap berupaya memastikan program prioritas, khususnya pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, tidak terhenti.

Untuk itu, pemerintah melakukan penghematan pada berbagai belanja operasional dan perjalanan dinas agar ruang fiskal tetap tersedia bagi kebutuhan masyarakat.

“Kami melakukan efisiensi, tetapi pembangunan untuk rakyat tidak boleh berhenti. Jalan harus dibangun dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan,” ujarnya.

Anwar menegaskan bahwa keberadaan jalan yang baik memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat karena memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan aktivitas perdagangan antarwilayah.

Program Berani Lancar Tahun 2026 sendiri mencakup 24 paket pekerjaan jalan dan jembatan yang tersebar di Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Morowali Utara, Morowali, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol, Tojo Una-Una, dan Tolitoli. 

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved