Morowali Hari Ini
Pemkab Morowali Gelar Operasi Pasar Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg
Pada pelaksanaan operasi pasar di Bungku Barat, pemerintah menyediakan sekitar 560 tabung LPG subsidi.
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Pemkab Morowali berupaya mengatasi kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram dengan menggelar operasi pasar dan pasar murah bekerja sama dengan Pertamina di sejumlah kecamatan.
- Menurut Staf Bagian Ekonomi Setda Morowali, Hendra, kelangkaan terjadi karena kuota LPG tidak mencukupi kebutuhan masyarakat yang meningkat akibat pertumbuhan penduduk dan tingginya aktivitas kerja di daerah tersebut.
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Pemerintah Kabupaten Morowali terus berupaya mengatasi kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram atau gas melon yang belakangan kerap terjadi di sejumlah wilayah.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggelar operasi pasar dan pasar murah bekerja sama dengan Pertamina.
Staf Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Morowali, Hendra, mengatakan kelangkaan LPG subsidi terjadi karena kuota yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
“Kenapa gas sekarang langka dan mahal adalah karena kuota di Morowali memang kurang. Kedua, Morowali menjadi sasaran kerja sehingga terjadi ledakan penduduk yang membuat kebutuhan gas semakin meningkat,” ujar Hendra di Kantor Camat Bungku Barat, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Hendra, operasi pasar telah dilaksanakan di Kecamatan Bungku Tengah, Bahodopi, Bungku Pesisir, dan terbaru di Bungku Barat.
Baca juga: Kader Hanura Palu Benarkan Hadianto Rasyid Mundur: Kami Merestui Langkah Politiknya
Pada pelaksanaan operasi pasar di Bungku Barat, pemerintah menyediakan sekitar 560 tabung LPG subsidi.
Sebelumnya, di Bungku Tengah tersedia 150 tabung, Bahodopi 770 tabung, dan Bungku Pesisir sebanyak 200 tabung.
Selain operasi pasar, pemerintah juga menggelar pasar murah yang menyediakan LPG non-subsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga di tingkat pengecer.
“Di pasar murah itu gas 5,5 kilogram kami jual Rp145 ribu, sementara di pengecer bisa mencapai Rp170 ribu. Untuk isi ulang 12 kilogram dijual Rp260 ribu, sedangkan di pengecer sekitar Rp300 ribu,” jelasnya.
Ia menambahkan, masyarakat yang ingin membeli LPG melalui operasi pasar wajib menunjukkan KTP Morowali sesuai lokasi kegiatan, membawa tabung kosong, dan membayar sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Pemkab Morowali berharap langkah tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh LPG dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tengah keterbatasan kuota yang tersedia. (*)
| Ungkap Kasus Peredaran Narkoba, Polres Morowali Amankan Dua Pelaku, Barang Bukti Seberat 38,44 Gram |
|
|---|
| Iksan Baharudin: Sekolah Percontohan Akan Hadir di Semua Kecamatan di Morowali |
|
|---|
| Bupati Morowali Resmikan SDN Tangofa sebagai Sekolah Percontohan untuk Tingkatkan Kualitas SDM |
|
|---|
| Polres Morowali Gelar Donor Darah Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Libatkan TNI hingga Satpol PP |
|
|---|
| Bupati Iksan Baharudin Tanam Pohon Bareng Forkopimda, Dorong Pelestarian Lingkungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/d-ha89dha89da89hajpggg.jpg)