Sulteng Hari Ini
Gubernur Sulteng Optimis IHK Tahun 2019 Tembus di Angka 3,4-3,6 Persen
Dijelaskan Longki, inflasi bulan Juni disebabkan oleh meningkatnya subkelompok ikan segar sebesar 15,17 % dan tarif angkutan udara sebesar 4,35 %.
Penulis: Haqir Muhakir |
TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, H. Longki Djanggola, membuka rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tengah di Kota Palu, Selasa (16/7/2019) siang.
Rakor TPID Sulawesi Tengah yang dilaksanakan itu difokuskan untuk merespon tingkat inflasi bulan Juni 2019 yang mencapai 0,96 persen atau 5,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dijelaskan Longki, inflasi bulan Juni disebabkan oleh meningkatnya subkelompok ikan segar sebesar 15,17 persen dan tarif angkutan udara sebesar 4,35 persen.
"Meningkatnya harga subkelompok ikan segar disebabkan oleh relatif menurunnya hasil tangkapan ikan seiring dengan kondisi cuaca yang tidak kondusif," jelas Longki.
Lanjut Gubernur Longki, beberapa komoditas ikan segar yang memiliki andil tertinggi terhadap inflasi pada bulan Juni 2019 yaitu ikan selar sebesar 0,27 persen, ikan cakalang 0,15 persen, dan ikan kembung 0,15 persen.
Sementara itu, tarif angkutan udara pada bulan Juni masih cenderung naik untuk pesawat kelas low cost carrier.
• Hadiri O2SN SMA Tingkat Provinsi, Sekda Sulteng Sebut Olahraga untuk Seimbangkan Kecerdasan
Namun, untuk harga tiket kelas full service sudah mengalami penurunan akibat regulasi penurunan batas atas harga tiket sehingga tarif angkutan udara memberikan andil sebesar 0, 18 persen.
Pada bulan Juni juga terdapat beberapa sub kelompok komoditas yang menyumbangkan deflasi.
Hal itu selaras dengan meningkatnya jumlah pasokan di pasar, harga komoditas sayur seperti kangkung, tomat dan bayam mengalami penurunan sebesar -5,29 persen.
"Selain itu bawang merah juga mengalami penurunan harga sebesar -7,51 persen dan beras -0,01 persen," ujar Longki.
• Penyintas Gempa dan Tsunami di Kelurahan Talise Harapkan Bantuan Modal Usaha
Berdasarkan hal tersebut, lanjut Longki, prospek inflasi indeks harga konsumen (IHK) tahun 2019 diperkirakan masih terkendali pada rentang 3,4-3,6 persen.
Hal itu masih sesuai dengan target inflasi nasional.
Namun menurutnya, masih terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi, diantaranya implementasi roadmap TPID 2019-2021 yang telah disetujui sebelumnya.
"Juga harga komoditas administered price yang masih cenderung tinggi, serta fluktuasi bahan makanan seperti ikan segar dan bumbu-bumbuan yang juga masih tinggi," tandasnya. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)