Kanal

Masih dalam Suasana Prihatin, Hari Raya Nyepi di Palu Dilaksanakan Secara Sederhana

Umat Hindu saat melaksanakan upacara dan sembahyang menyambut Hari Raya Nyepi di Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha, Rabu (6/3/2019). - TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin

TRIBUNPALU.COM - Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941 di Kota Palu dilaksanakan secara sederhana.

Sebab, saat ini masih dalam suasana keprihatinan pasca bencana alam yang terjadi pada 28 September 2018.

Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Kota Palu, I Nyoman Dwinda mengatakan, kegiatan Nyepi kali ini tetap sama dengan tahun sebelumnya.

Yaitu, menjadikan momentum Hari Raya Nyepi sebagai tonggak untuk benar-benar kontemplasi.

Dengan melihat ke dalam diri, apa yang sudah dilakukan selama ini, baik hal negatif maupun positif.

Umat Hindu saat melaksanakan upacara dan sembahyang menyambut Hari Raya Nyepi di Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha, Rabu (6/3/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)Upacara dan sembahyang menyambut Hari Raya Nyepi di Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha, Rabu (6/3/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

"Tapi di balik itu tentu tidak mengurangi makna dari setiap rangkaian kegiatan yang kita laksanakan walaupun secara sederhana," ujarnya kepada TribunPalu.com, Rabu (6/3/2019).

Setelah upacara Melasti dan Upacara Pecaruan yang dilakukan tanggal 5-6 Maret 2019, besok (7/3/2019), umat Hindu di Kota Palu tetap melaksanakan Catur Brata Penyepian

Yaitu 'amati geni' (tidak menyalakan api), 'amati karya' (tidak bekerja), 'amati lelungan' (tidak bepergian), dan 'amati lelanguan' (tidak bersenang-senang).

Selain itu, juga tetap melaksanakan Uwasa atau puasa, yang akan dimulai pukul 06.00 WITA tanggal 7 Maret sampai pukul 06.00 WITA tanggal 8 Maret 2019.

Setelah prosesi penyepian selesai, akan ada kegiatan kunjung-mengunjungi tetangga dan keluarga untuk saling memaafkan.

"Kalau dalam muslim itu, biasanya disebut dengan Halal Bi Halal," terangnya.

Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Kota Palu, I Nyoman Dwinda mengatakan, kegiatan Nyepi kali ini tetap sama dengan tahun sebelumnya. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941 di Kota Palu dilaksanakan secara sederhana, sebab masih dalam suasana keprihatinan pasca bencana alam yang terjadi pada 28 September 2018. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Berdasarkan data BPS pada sensus penduduk tahun 2010, jumlah umat Hindu di Kota Palu dan sekitarnya, mencapai sekitar 5.000 jiwa.

Dengan pertumbuhan penduduk Kota Palu 1,7 persen, jumlah penduduk Hindu sekarang di Palu diperkirakan mencapai sekitar 7.000 jiwa.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu

Berita Populer