Dicabut atau Tidak Dicabut? Ketahui Serba-serbi tentang Gigi Bungsu
Gigi bungsu merupakan gigi geraham ketiga yang tumbuh paling akhir. Sebagian besar orang mengalami masalah tentang gigi bungsu yang harus dicabut.
Bahkan ketika gigi bungsu tumbuh secara miring, mereka dapat berputar dan berpindah pada umur 20-an atau 30-an.
Gigi bungsu bukan hanya gigi yang paling sering mengalami impaksi, tapi juga gigi yang paling sering gagal tumbuh.
Karena gigi bungsu tidak begitu penting bagi pertahanan hidup, timbullah pertanyaan penting; apakah evolusi dapat meninggalkan hal mengganggu ini?
Sayangnya, tidak.
Pertama, gigi bungsu yang mengalami impaksi mungkin menyebabkan masalah, tapi jarang sekali sampai membunuh atau menyebabkan seseorang meninggal dunia.
Bahkan jika gigi bungsu pada zaman dahulu menyebabkan kematian, evolusi akan membuang gigi bungsu dengan cara memisahkan manusia dari kumpulan gen sebelum memiliki anak.
Pemisahan ini dapat menghentikan kita mewariskan gen yang mungkin mengalami impaksi gigi bungsu.
Namun, tidak mungkin ada 'gen impaksi' yang lebih spesifik di awal.
Yang ada adalah beberapa faktor risiko penyebab impaksi, termasuk makanan yang dikonsumsi.
Ruang sempit
Alasan utama seseorang mengalami impaksi gigi bungsu adalah sempitnya ruang yang ada di bagian belakang tulang rahang.
Tim peneliti menemukan ketika gigi bungsu tumbuh dan muncul sangat terlambat, kebanyakan ruang ini sudah dipenuhi dengan gigi geraham pertama dan kedua hingga gigi bungsu tidak dapat muncul ke atas lewat gusi.
Masalah lainnya yang terkait adalah pertumbuhan rahang dan panjang keseluruhannya.
Jika rahang tidak tumbuh cukup panjang dan cukup cepat, gigi bungsu yang nanti tumbuh juga akan kekurangan tempat untuk muncul secara penuh atau bahkan tidak muncul sama sekali.
Namun, tidak semuanya disebabkan oleh sedikitnya ruang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-gigi-bungsu-tumbuh.jpg)