Dicabut atau Tidak Dicabut? Ketahui Serba-serbi tentang Gigi Bungsu
Gigi bungsu merupakan gigi geraham ketiga yang tumbuh paling akhir. Sebagian besar orang mengalami masalah tentang gigi bungsu yang harus dicabut.
Jutaan operasi pencabutan gigi bungsu dilakukan di seluruh dunia tiap tahunnya.
Jumlah operasi pencabutan gigi bungsu ini malah lebih tinggi dari jumlah impaksi itu sendiri.
Hingga sepertiga dari operasi pencabutan gigi bungsu yang tidak perlu dilakukan.
Operasi pencabutan gigi bungsu malah punya dampak tersendiri, termasuk cedera pada gigi sebelahnya, saraf, tulang rahang, dan sinus.
Hal inilah yang membuat operasi pencabutan gigi bungsu sebagai pemborosan besar terhadap waktu, tenaga, uang, rasa sakit, dan risiko yang bisa dihindari.
Gigi bungsu yang sehat dan muncul secara baik-baik saja bukan masalah besar bagi kebanyakan orang.
Mereka mungkin hanya harus lebih memperhatikan gigi yang sulit dijangkau ini lebih baik ketika menyikat gigi agar terhindar dari pembusukan.
Beberapa, gigi bungsu yang mengalami impaksi juga tidak berisiko.
Namun, impaksi dalam beberapa kasus dapat merusak gigi geraham kedua dan tulang rahang di sekitarnya, atau menyebabkan infeksi dan rasa sakit.
Untuk kasus seperti ini, gigi bungsu perlu dicabut.
Kapan seharusnya mencabut gigi bungsu?
Beberapa dokter bedah lebih suka mencabut gigi bungsu lebih awal, pada umur 16 atau 17, walau gigi geraham pada usia ini masih dapat berputar dan muncul dengan benar.
Di sisi lain, mencabut gigi geraham ketika sudah lebih tua dapat berbahaya bagi orang tua, atau pasien yang sakit dan rapuh.
Menunggu dengan waspada mungkin menjadi pendekatan yang lebih tepat dan masuk akal, dan ini direkomendasikan oleh beberapa lembaga kesehatan, termasuk dokter gigi.
Gigi bungsu memang tidak benar-benar penting tapi mereka bukannya tidak berguna juga.
Gigi bungsu juga berfungsi untuk makan dan menjadi bagian dari tubuh.
Gigi bungsu juga menjadi sebuah studi kasus menarik tentang bagaimana evolusi budaya dan pola makan manusia dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan manusia.
Julia Boughner, Associate Professor, Evolutionary Developmental Anthropology, University of Saskatchewan
(Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Reza Pahlevi)
Artikel ini sudah tayang di nationalgeographic.grid.id dengan judul “Gigi Bungsu Tidak Memiliki Fungsi dan Hanya Menyebabkan Masalah?”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-gigi-bungsu-tumbuh.jpg)