Breaking News:

Heboh tentang Hasil Quick Count Pilpres 2019, Direktur Charta Politika Tantang Fadli Zon

Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya memberikan tantangan kepada elite politisi Gerindra, Fadli Zon terkait hebohnya hasil quick count.

Penulis: Lita Andari Susanti | Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Kolase: Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya dan Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon 

Hal tersebut ia ungkapkan saat deklarasi kemenangan kedua.

Bahkan Prabowo juga mengungkapkan dirinya telah mempunyai banyak bukti kecurangan yang dilakukan.

"Kemenangan ini kami deklarasikan secara lebih cepat karena kami punya bukti bahwa telah terjadi usaha-usaha dengan berbagai ragam kecurangan yang terus terjadi di berbagai, desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan seluruh Kota Indonesia," ujar Prabowo.

Berbeda dengan Prabowo, Jokowi tidak melakukan deklarasi kemenangan, meskipun telah diketahui bahwa saat ini berdasarkan hasil quick count, Jokowi-Maruf lebih unggul dibandingkan Prabowo-Sandi.

Lewat acara Live Event Pemimpin Terpilih di Metro TV News, Jokowi mengungkapkan alasannya terkait hal tersebut.

"Kemarin itu pernyataan bapak tidak soal kemenangan, klaim kemenangan, euforia kemenangan dan lain-lain. Itu kenapa, Pak?" tanya presenter Aviani Malik, dikutip dari Kanal YouTube Metrotvnews.

"Karena yang pertama quick count itu baru berjalan kemarin kira-kira 70% jadi kita jangan mendahului lah sebuah kehendak."

"Meskipun sekarang ini quick count sudah 100% dan memenangkan Jokowi-Maruf Amin 54,5% dan Prabowo-Sandi 45,5% tetapi kita harus sabar."

"Harus sabar menunggu hasil penghitungan resmi real acount dari KPU sebagai penyelenggara pemilu."

"Harus kita tunggu dari hasil penghitungan KPU," ungkap Jokowi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved