Terkini Palu

Geliat Usaha Pertanian Anggur di Boyaoge, Bisnih Buah yang Cukup Menjanjikan di Kota Palu

Baik Ridwan maupun Wagisugiono, sepakat bahwa bertani anggur adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah.

Penulis: Haqir Muhakir | Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Petani anggur di Jalan Anggur, Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Tatanga, Ridwan (kiri) bersama mertua lnya, saat memperlihatkan kebun anggur, Kamis (20/6/2019) sore. 

Dia mengelola kebun anggur itu dengan bapak mertuanya, yang tercatat sebagai salah seorang petani anggur pertama di kawasan Jalan Anggur itu.

"Satu pohon bisa menghasilkan sampai 25 kilo per pohonnya, sedangkan waktu panen sejak pemangkasan sekitar 4 bulan," jelasnya.

Baik Ridwan maupun Wagisugiono, sepakat bahwa bertani anggur adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah.

Terutama pada perawatan sejak ditanam, yakni harus selalu mendapatkan perhatian khusus.

Karena jika tidak, maka pertumbuhan pohon anggur akan bermasalah.

Perawatan sejak ditanam, yakni mulai dari penggunaan pupuk organik, sampai pada pemotongan pohon induk di waktu-waktu tertentu.

"Sedikit manja perawatan pohon anggur ini, tidak susah, tapi harus selalu dalam pemantauan," ujar Ridwan.

Sampai pada usia 8 bulan, dilakukan pemangkasan semua daun pohon anggur.

Tindakan itu untuk mempersiapkan pertumbuhan tunas pohon baru yang diikuti buah.

" Setelah beberapa minggu pasca pemangkasan akan tumbuh daun dan diikuti buah anggur," terangnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved