Terkini Sulteng

BNNP Bentuk Kelompok Warga Penggiat Anti Narkoba

sepanjang tahun 2018 hingga Juni 2019 BNN Provinsi Sulawesi Tengah telah melaksanakan upaya membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan narkoba

BNNP Bentuk Kelompok Warga Penggiat Anti Narkoba
DOK HUMAS PEMPROV SULTENG
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, memperingati hari anti narkotika internasional (HANI), Rabu (26/6/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, memperingati hari anti narkotika internasional (HANI), Rabu (26/6/2019).

Peringatan HANI memiliki makna keprihatinan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sehingga dibutuhkan sebuah gerakan untuk menyadarkan seluruh umat manusia di dunia, termasuk di Provinsi Sulteng.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tengah Brigjend. Pol Suyono mengatakan, sepanjang tahun 2018 hingga Juni 2019 BNN Provinsi Sulawesi Tengah telah melaksanakan upaya membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap narkoba.

Pada bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, telah melakukan upaya peningkatan ekstensifikasi dan intensifikasi komunikasi informasi dan edukasi p4gn.

Mulai dari kalangan usia dini sampai dewasa secara luas ke seluruh Provinsi Sulawesi Tengah.

"Dengan memanfaatkan sarana media cetak elektronik maupun media online serta tatap muka secara langsung kepada masyarakat," ujarnya.

Tercatat pada periode kinerja sampai Juni 2019, sebanyak 172 pelajar telah dikukuhkan sebagai penggiat anti narkoba di wilayah rentan dan rawan penyalahgunaan narkoba.

Mereka telah mendapatkan pelatihan peningkatan kemampuan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan life skill selain peningkatan kemampuan di daerah rawan penyalahgunaan narkoba

BNNP Sulteng juga telah membentuk penggiat anti narkoba di seluruh Provinsi Sulawesi Tengah.

Dengan total 575 orang yang terdiri dari pelajar mahasiswa swasta instansi pemerintah dan masyarakat.

Dalam bidang rehabilitasi, BNNP Sulawesi Tengah melalui lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan masyarakat telah merehabilitasi sebanyak 4.177 orang pecandu dan penyalahgunaan narkoba dari tahun 2015 sampai 2018.

Sejumlah 56 orang rawat inap melalui balai besar rehabilitasi yang dikelola oleh BNN yang berada di Lido Bogor Makassar dan tanah merah Samarinda.

Pada bidang pemberantasan, dalam kurung waktu tahun 2017 hingga Juni 2019 telah terungkap sebanyak 51 kasus kejahatan narkotika .

"Dengan jumlah tersangka sebanyak 97 orang sedangkan barang bukti narkotika yang disita yakni narkotika jenis sabu-sabu sebesar 3053 koma 15 gram dan uang tunai sebanyak Rp146.456.000," terangnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved