Terkini Palu

Forum Kerukunan Umat Beragama Sulteng Sebut Perlu Pemahaman Moderasi Islam Terhadap Millenial

Rektor Pertama IAIN Palu itu menerangkan, moderasi Islam adalah cara menjalankan ajaran Islam yang moderat, tidak ekstem.

Forum Kerukunan Umat Beragama Sulteng Sebut Perlu Pemahaman Moderasi Islam Terhadap Millenial
DOK FKUB SULTENG
Ketua FKUB Sulteng Prof KH Zainal Abidin (kiri), di dampingi salah satu KanwilKemenag Sulteng Sofyan Arsyad, menyampaikan materi pada workshop bina moderasi Islam bagi generasi millenial, Kamis (27/6/2019) sore 

TRIBUNPALU.COM, PALU - ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah Prof KH Zainal Abidin, menegaskan perlu adanya upaya pemberian pemahaman dan penanaman nilai-nilai moderasi Islam terhadap generasi mudah Islam, untuk membetuk generasi yang moderat di Sulawesi Tengah.

"Sangat penting untuk memberikan pemahaman moderasi Islam, dalam rangka mewujudkan upaya moderasi beragama di Indonesia pada umumnya, dan di Sulawesi Tengah pada khususnya," ujarnya, Kamis (27/6/2019) sore.

Menurutnya, generasi milenial sangat akrab dengan teknologi informasi, sehingga mereka memiliki jaringan yang sangat luas dan bersentuhan dengan beragam kultur, cara berpikir dan bahkan beragam keyakinan.

Berdasarkan hal tersebut, Prof Zainal Abidin mengatakan bahwa milenial harus memiliki wawasan keagamaan yang inklusif tapi pada saat yang sama memiliki kekuatan akidah yang mapan.

Di sinilah nilai-nilai moderasi Islam perlu ditanamkan.

Seorang Pria di Mamboro Ditemukan Tewas di Semak, Warga Sebut Korban Tinggal di Pos Terminal 4 Hari

Di samping itu, penanaman nilai-nilai moderasi beragama akan menjadi benteng dari maraknya penyebaran faham radikalisme di dunia maya.

Rektor Pertama IAIN Palu itu menerangkan, moderasi Islam adalah cara menjalankan ajaran Islam yang moderat, tidak ekstem.

Cara beragama yang damai, toleran dan menghargai perbedaan, baik perbedaan internal (mazhab fiqh, teologi, penafsiran, dll.), maupun perbedaan ekternal dengan penganut agama lain.

"Moderasi beragama berada pada tataran sosiologis dalam wilayah praktek keberagamaan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan menjalin hubungan sosial dengan orang lain," terangnya.

Pakar Pemikiran Islam Modern itu menjelaskan sekurangnya-kurangnya ada enam prinsip dalam moderasi beragama, yaitu humanis, realistis, inklusif, adil, kerjasama dan toleran.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved