Kamis, 30 April 2026

Boris Johnson: Sosok Kontroversial yang Jadi Perdana Menteri Baru Inggris

Boris Johnson akhirnya memenuhi ambisinya menjadi Perdana Menteri Inggris, berikut rekam jejaknya sebemum jadi perdana menteri.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
Kompas.com/Darren Staples/Toby Melville
Mantan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson. 

Dia dikenal sebagai sosok yang populer walau terkesan berantakan.

Pada 1986, dia terpilih sebagai Presiden Persatuan Mahasiswa Oxford.

Dari Jurnalis Menuju Politik

Johnson mengawali karirnya bukan di dunia politik melainkan di ranah jurnalistik.

Harian pertama tempat dia meniti karir adalah The Times.

Kontroversi tidak pernah jauh dari Johnson sejak pekerjaan pertamanya ini.

Dia dipecat setelah ketahuan merekayasa kutipan untuk tulisannya.

4 Fakta Desainer Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina Soal Cuitan yang Lecehkan Perempuan Bali

Sosok yang gemar bersepeda ini hengkang ke The Daily Telegraph di mana karirnya melesat hingga ditempatkan sebagai koresponden Uni Eropa di Brussels, Belgia pada 1989.

Pengalaman di Brussels selama 5 tahun membentuknya sebagai sosok Euroskeptis atau pengkritik keras Uni Eropa melalui tulisannya yang kritis.

Itu pun dia kerap dicerca karena disebut sering menuliskan fakta-fakta yang kebenarannya juga bisa dipertanyakan.

Selain itu, Johnson acap menuliskan tulisan-tulisan berbau rasis walau dia membantah keras sebagai seorang rasis dengan merujuk ke silsilah keluarganya yang penuh warna.

Johnson adalah jurnalis favorit mantan perdana menteri Margareth Thatcher yang terkenal akan reputasi sebagai pemimpin tidak bersahabat dengan Uni Eropa.

Johnson akhirnya terjun ke politik pada pemilu 1997 di mana dia mencalonkan diri sebagai anggota parlemen untuk distrik Clwyd South. Dia kalah dari calon Partai Buruh namun namanya mulai diperhitungkan.

Sambil mempersiapkan diri menuju pemilu berikutnya, Johnson hengkang ke majalah mingguan The Spectator pada 1999 sebagai editor utama walau ketika menerima posisi ini, dia menyatakan akan mengabaikan ambisi politiknya.

Selang dua tahun kemudian, Johnson terpilih sebagai anggota parlemen dari distrik Henley.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved