Terkini Daerah

Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan di Kasus Kematian Anggota Paskibraka di Tangerang Selatan

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan mengatakan bahwa kematian Aurellia dapat dipastikan bukan karena tindak kekerasan

Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan di Kasus Kematian Anggota Paskibraka di Tangerang Selatan
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, saat melayat almarhum Aurellia Qurratuaini, Paskibraka Tangsel di kediamannya di bilangan Cipondoh, Tangerang, Kamis (1/9/2019) 

TRIBUNPALU.COM - Hasil penyelidikan polisi menyebutkan, tidak ada luka dan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Aurellia Qurratuaini, anggota Paskibraka Tangerang Selatan (Tangsel) yang meninggal pada 1 Agustus ini.

Sebelumnya ada dugaan, kematian Aurellia terkait dengan pola pelatihan yang sedang dilakukannya sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendara Pusaka (Paskibaraka) Tangsel.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan mengatakan, dengan adanya hasil tersebut, dapat dipastikan bahwa kematian Aurellia bukan karena tindak kekerasan.

"Berita yang selama ini kan seolah ada aksi terhadap Aurellia. Tetapi dari hasil penyelidikan dan tidak ada keterangan saksi bahwa ada tindakan kekerasan terhadap siswi yang menjadi anggota paskibraka," kata Ferdy di Polres Tangerang Selatan, Selasa (13/8/2019).

Viral Medsos: Ingin Jaguar, Pria di India Malah Buang Mobil BMW Kado Ulang Tahun dari Orangtuanya

TNI AD Memutuskan Enzo Allie Tetap Melanjutkan Pendidikannya di Akademi Militer

Menurut Ferdy, luka lebam hanya terjadi pada bagian kepalan tangan Aurel.

Luka lebam itu diduga karena adanya pola pelatihan peningkatan kedisiplinan seperti lari dan push up dengan tangan mengepal.

"Tindakan itu dalam rangka peningkatan disiplin dilakukan oleh pelatih dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Dan tindakan itu secara bersama-sama," sambungnya.

Febry mengemukakan, pihaknya bekerja sama dengan pihak Wali Kota Tangsel, PPI, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akan mengevaluasi latihan anggota paskibraka.

Kuliah di ITERA pada Usia 16 Tahun dan Jadi Mahasiswa Termuda, Rayhan Ingin Abdikan Diri untuk Hutan

"Pada anggota paskib ke depannya sudah ada komitmen dari Wali Kota dan pelatih dari PPI untuk memperbaiki pola latihannya.

Sehingga diharapkan jangan sampai terjadi beban berlebih bagi para peserta baik secara fisik atau lainnya," kata dia.

Aurellia meninggal pada masa pelatihan Paskibraka Tangsel untuk HUT RI 17 Agustus ini.

Berdasarkan keterangan orangtua, ada beberapa luka lebam pada bagian tubuh anaknya.

Kondisi tersebut diduga karena pola latihan yang berlebihan seperti lari dengan membawa tiga kilogram pasir, serta tindakan lainnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan pada Kematian Anggota Paskibraka Tangsel", 

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved