Sulteng Hari Ini
Kekeringan, 11 Bulan Lamanya Warga di Sigi Sulit Dapatkan Air Bersih
Aarga Dusun Lampio harus mengantre mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
"Becocok tanam juga susah, kami sangat menderita, di gunung tapi kering," keluhnya.
Pantauan TribunPalu.com, warga memang tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
• Dalam Sehari, Stand Pameran Job Fair yang Digelar Disnakertrans Sulteng Dikunjungi 1.000 Orang Lebih
Tak tanggung-tanggung mereka mengeluarkan seluruh jerigen miliknya.
Rita satu di antaranya. Ia membawa sebanyak 6 jerigen untuk keperluan selam 3 hari.
"Ini hanya untuk memasak, kalau untuk mandi kita harus ke bawah ambil air," jelas Rita.
Rita ialah buruh tani yang kini tidak lagi bekerja di persawahan karena kekeringan.
• Gubernur Kalimantan Timur Akan Buat Pergub Cegah Adanya Broker Tanah di Lokasi Ibu Kota Negara
"Paling sekarang tanam jagung saja kalau hujan," jelasnya.
Dusun Lampio, Desa Maranatan, ialah satu dari beberapa wilayah di Kabupaten Sigi yang mengalami kekeringan
Berdasarkan data dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Tengah dua kecamatan di Kabupaten Sigi yang mengalami kekeringan. Ialah Kecamatan Sigi Biromaru dan Dolo.
(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/selama-11-bulan-lamanya-warga-kekurangan-air-di-kabupaten-sigi-sulawesi-tengah.jpg)