Sabtu, 2 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Kekeringan, 11 Bulan Lamanya Warga di Sigi Sulit Dapatkan Air Bersih

Aarga Dusun Lampio harus mengantre mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Tayang:
Tribunapalu.com/Abdul Humul Faaiz
Selama 11 bulan lamanya warga kekurangan air di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Beginilah aktivitas warga Dusun Lampio, Desa Maranata, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah ketika mobil tangki air tiba.

Mereka harus mengantre mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Terhitung sudah 11 bulan warga di wilayah itu memgalami krisis air karena kekeringan.

Kekeringan ini disebabkan jaringan sungai gumbasa mengalami kerusakan akibat gempa 7,4 SR pada 28 September 2018.

Pemprov Sulteng Terima 3 Sertifikat Kepemilikan Lahan dari BPN Palu

Bukan hanya itu, warga kian menderita lagi karena Sulawesi Tengah dan sekitarnya saat ini juga dilanda musim kemarau.

Di Dusun Lampio, terdapat dua penampungan air berukuran 1500 liter.

Rencananya tandon-tandon itu untuk menampung air dari sumur bor.

Namun, fasilitas air yang dibangun oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) masih terbengkalai.

Tolak Diskriminasi, Cipayung Plus Minta Kapolda Sulteng Jamin Keamanan Mahasiswa Papua di Palu

Warga hanya menggunakannya ketika pasokan air masuk.

Tapi jika tidak, warga harus mengambil air yang jaraknya lebih dari satu kilo.

Selama 11 bulan lamanya warga kekurangan air di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Selama 11 bulan lamanya warga kekurangan air di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (Tribunapalu.com/Abdul Humul Faaiz)

"Di sana kita juga harus mengantre, karena airnya kecil," kata warga setempat, Nirmo saat menunggu giliran mendapatkan air, Kamis (22/8/2019).

"Biasanya kalau antriannya panjang, bisa sampai malam," tambahnya.

Simak 2 Cara Mengatasi Masalah Penipisan Rambut, Mudah dan Bisa Dilakukan di Rumah

Nirmo mengatakan, rusaknya jaringan Sungai Gumbasa sangat berpengaruh besar terhadap warga.

Karena sebelumnya, warga menggantungkan hidup dari sungai tersebut.

Bukan hanya untuk keperluan sehari-hari, aliran sungai itu juga digunakan untuk lahan persawahan.

"Becocok tanam juga susah, kami sangat menderita, di gunung tapi kering," keluhnya.

Pantauan TribunPalu.com, warga memang tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

Dalam Sehari, Stand Pameran Job Fair yang Digelar Disnakertrans Sulteng Dikunjungi 1.000 Orang Lebih

Tak tanggung-tanggung mereka mengeluarkan seluruh jerigen miliknya.

Rita satu di antaranya. Ia membawa sebanyak 6 jerigen untuk keperluan selam 3 hari.

Selama 11 bulan lamanya warga kekurangan air di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Selama 11 bulan lamanya warga kekurangan air di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (Tribunapalu.com/Abdul Humul Faaiz)

"Ini hanya untuk memasak, kalau untuk mandi kita harus ke bawah ambil air," jelas Rita.

Rita ialah buruh tani yang kini tidak lagi bekerja di persawahan karena kekeringan.

Gubernur Kalimantan Timur Akan Buat Pergub Cegah Adanya Broker Tanah di Lokasi Ibu Kota Negara

"Paling sekarang tanam jagung saja kalau hujan," jelasnya.

Dusun Lampio, Desa Maranatan, ialah satu dari beberapa wilayah di Kabupaten Sigi yang mengalami kekeringan

Berdasarkan data dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Tengah dua kecamatan di Kabupaten Sigi yang mengalami kekeringan. Ialah Kecamatan Sigi Biromaru dan Dolo.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved