Palu Hari Ini
Muhammad Indrid, Bahagiakan Anak Penyintas Bencana Palu Lewat Cerita Dongeng
Bermodalkan satu boneka yang diberi nama Cilo, Muhammad Indrid menceritakan kisah-kisah yang bisa membangkitkan keceriaan anak-anak.
"Sebab, kita ketahui, pascabencana, anak-anak banyak mengalami tekanan dari lingkungan," tambahnya.
Komunitas Kampung Dongeng kata Indrid, sudah lama terbentuk di Indonesia sejak 2009, namun untuk Kota Palu, baru berdiri sejak bulan November 2018 lalu.
"Alhamdulillah di Kota Palu sudah jalan beberapa bulan ini, dan sangat ditemia oleh masyarakat," katanya.
Sebab, yang menjadi objek mereka adalah anak-anak yang tinggal di huntara, atau pun mereka yang masih belajar di kelas sementara.
Ceritanya pun bukan hanya sekadar menghibur, tapi membawa isi cerita yang punya pesan dan cinta untuk anak-anak dengan tujuan memotivasi para anak penyintas agar peduli sesama dan lingkungan.
• Pasha Ungu Mengaku Sudah Kantongi Mandat dari PAN untuk Maju di Pilgub Sulawesi Tengah
Kampung Dogeng Kota Palu sendiri kegiatannya sudah cukup banyak.
Sejak beberapa bulan lalu didirikan, mereka selalu intens memberikan cerita dongeng kepada anak-anak.
Bahkan sesekali diselingi dengan kediatan kado peduli.
Meski awalnya dongeng di Kota Palu masih terasa asing, namun perlahan dikenalkan ternyata dongeng bisa memacu semangat anak.
Meski terkadang para relawan pendongeng ini terkendala dengan anggran.
Namun kata Indrid, yang terpenting niat bagaimana membahagiakan anak-anak bisa bahagia lewat cerita.
"Karena anak itu dunianya bermain, dan cerita merupakan tempat untuk menyampaikan pesan agar menimbulkan rasa senang," tutupnya. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz).