Palu Hari Ini
Muhammad Indrid, Bahagiakan Anak Penyintas Bencana Palu Lewat Cerita Dongeng
Bermodalkan satu boneka yang diberi nama Cilo, Muhammad Indrid menceritakan kisah-kisah yang bisa membangkitkan keceriaan anak-anak.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Banyak cara untuk membuat anak tersenyum.
Khususnya bagi mereka yang sempat mengalami trauma setelah dilanda bencana.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Muhammad Indrid, salah satu relawan Kampung Dongeng Kota Palu.
Bermodalkan satu boneka yang diberi nama Cilo, Muhammad Indrid menceritakan kisah-kisah yang bisa membangkitkan keceriaan anak-anak.
Indrid adalah salah satu relawan di Komunitas Kampung Dongeng Kota Palu.
• Pemilik Truk Penyebab Kecelakaan Maut Cipularang Langgar Aturan Batas Maksimal Dimensi
Biasanya ia mendongeng untuk anak-anak di hunian sementara (Huntara) di Kota Palu.
Namun juga terkadang ia diundang di beberapa sekolah untuk menceritakan kisah-kisah lucu dan inspiratif.
Lewat Komunitas Kampung Dongeng Indrid tidak hanya mendongeng bagi anak penyintas bencana di Kota Palu saja.
Ia juga kerap mendongeng di beberapa kabupaten tetangga yang juga terdampak bencana pada 28 September 2018 silam.
"Kami juga sudah masuk ke sekolah dan huntara di Kabupaten Sigi, ada beberapa juga di Donggala hingga di Parigi Moutong," kata Indrid, Kamis (5/9/2019).
Menjadi pendongeng kata Indrid, memiliki banyak kebahagiaan, terlebih laga saat di mana ketika dirinya berhasil membuat anak tersenyum.
Di situlah lahir kepuasan tersendiri bagi mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia FKIP Untad Palu ini.
Saat ini, pendongeng di Kota Palu berjumlah 23 orang mulai dari kalangan mahasiswa hingga guru aktif sebut Indrid.
Sehingga Komunitas Kampung Dongeng bisa meng-cover beberapa wilayah yang menjadi sasaran.
"Saya selalu menyemangati teman-teman bahwa, kegiatan mendongeng ini sesungguhnya bagaimana kepedulian kita terhadap anak-anak," tegasnya.