Rabu, 15 April 2026

Kabinet Indonesia Maju

Ngabalin Bantah Tudingan Adanya Campur Tangan Parpol Dalam Pemilihan Menteri

Ali Mochtar Ngabalin membantah pernyataan Musni Umar yang menyebut bahwa pemilihan menteri ada campur tangan partai politik.

Kanal Youtube Talk Show tvOne
Ali Mochtar Ngabalin bantah pernyataan Musni Umar yang sebut pemilihan menteri ada campur tangan partai politik. 

TRIBUNPALU.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin membantah pernyataan sosiolog Musni Umar.

Musni Umar menyatakan bahwa menteri-menteri yang saat ini mengisi Kabinet Indonesia Maju merupakan pilihan dari partai politik.

"Orang (menteri) itu pasti ada yang menyodorkan nggak mungkin orang itu datang dengan sendirinya, siapa yang punya akses ke presiden? pasti orang-orang yang lingkaran 1 yang punya pintu adalah pimpinan-pimpinan partai politik," ujar Musni dilansir dari tayangan di kanal Youtube Talk Show tvOne.

Tak hanya itu bahkan Musni juga mengatakan bahwa ada persaingan partai politik dalam menentukan posisi jabatan menteri.

Mendengar hal tersebut, Ngabalin tampak tidak terima.

Ia mengatakan bahwa pernyataan Musni tersebut dapat menyesatkan masyarakat.

Politikus PSI Surya Tjandra jadi Wakil Menteri ATR/BPN, Warganet Lega: Akhirnya Diakui Eksistensinya

Profil Angela Herliani Tanosoedibjo yang Dipanggil Joko Widodo Jadi Wakil Menteri Pariwisata

"Abang saya pak Musni, beberapa diksi yang bapak pakai itu cenderung membuat masyarakat tersesat, menurut saya pakai diksi yang bagus," ujar Ngabalin tegas.

Ngabalin menjelaskan bahwa untuk menentukan nama-nama menteri, Jokowi telah membuat tim khusus.

Tim ini bertugas untuk melakukan koordinasi dan komunikasi mencari orang-orang yang memiliki kompetensi dan tepat untuk dijadikan menteri.

"Presiden Joko Widodo membuat tujuh orang tim, untuk melakukan koordinasi, komunikasi terkait dengan siapa-siapa yang memiliki kompetensi," ujar Ngabalin.

Tidak ada ikut campur partai politik dalam penentuan menteri.

"Tidak ada orang partai dalam urusan pembahasan seperti yang tadi Pak Musni kasih tahu."

"Kalau di luar bapak tidak tahu, tapi kalau kita di dalam, ada tujuh orang pak yang ditunjuk oleh Bapak Presiden untuk melakukan koordinasi, ini nama cek siapa," paparnya.

Secara tegas Ngabalin mengatakan bahwa pernyataan Musni yang menyebut menteri-menteri dalam Kabinet Indonesia Maju merupakan pilihan parpol itu salah.

"Saya bilang jangan juga bapak menyebutkan ada orang partai yang bawa, percaturan kepentingan politik dari partai ke partai, bulsyit itu kawanku," ucap Ngabalin.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved