Selasa, 19 Mei 2026

Sains dan Lingkungan

Studi Terbaru Ungkap Dampak Iklim dari Kerusakan Hutan Tropis 600 Persen Lebih Buruk dari Perkiraan

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa jumlah karbon yang dilepaskan akibat hilangnya hutan tropis adalah 626 persen lebih tinggi dari perkiraan.

Tayang:
smithsonianmag.com
ILUSTRASI perubahan iklim. 

TRIBUNPALU.COM - Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa jumlah karbon yang dilepaskan akibat hilangnya hutan tropis adalah 626 persen lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Umumnya, ketika para ilmuwan mengukur emisi karbon yang dilepaskan oleh hutan, mereka akan melihat adanya deforestasi.

Namun, dalam temuan terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Science Advances, banyak hutan rusak karena beberapa penyebab yang belum pernah diperhitungkan.

Dikutip dari Independent, penebangan selektif yang merusak kesehatan hutan dan hilangnya hewan liar dari perburuan termasuk di antara penyebab kerusakan hutan.

Peneliti Harvard-Columbia Sebut Asap Kebakaran Hutan dan Gambut Percepat Kematian Dini di Indonesia

Sebuah Studi Tunjukkan Traveling Bawa Lebih Banyak Kebahagiaan Ketimbang Menikah atau Punya Anak

Studi Temukan Jumlah Pohon yang Harus Ditanam Agar Kota Layak Huni

Penelitian Ungkap Perempuan Punya Risiko Depresi Lebih Tinggi Jika Bekerja Lebih dari 9 Jam Sehari

Para ilmuwan juga mencermati jumlah karbon jika hutan terus berkurang.

"Kami mencermati area hutan yang terlewatkan ketika orang melihat hutan dalam hal perubahan iklim," kata Dr Tom Evans dari Wildlife Conservation Society (WCS).

Sebanyak 48 juta hektar dari total 549 juta hektar hutan tropis di dunia mengalami kerusakan antara tahun 2000 dan 2013.

Dari 549 juta hektar tersebut, 20 persennya termasuk dalam hutan utuh (intact forest), yaitu hutan yang tak terjamah manusia.

Namun, hutan tersebut menyumbang 40 persen karbon yang ditemukan di semua hutan tropis.

Satu hal yang menjadi perhatian para ilmuwan adalah edge effect atau efek tepian.

Efek tepian adalah ketika hutan terfragmentasi, maka lebih banyak pohon yang terpapar ke tepi.

Wilayah tepi tersebut memiliki lebih sedikit perlindungan dari angin besar, kekeringan, dan kebakaran dari lahan pertanian.

"Sejumlah tekanan menyebar melalui area tepi tersebut. Hal itu diketahui dapat mengurangi jumlah karbon yang dapat dimiliki hutan. Pada akhirnya, Anda hanya memiliki tiga perangkat dari karbon yang Anda miliki sebelumnya," kata Dr Evans.

Salah satu bentuk tekanan yang memiliki dampak signifikan adalah hilangnya hewan liar dari perburuan.

"Banyak spesies pohon yang kaya akan bergantung pada hewan untuk penyebaran benih. Mereka memiliki benih besar sehingga membutuhkan hewan besar untuk menyebarnya," kata Dr Evans.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved