Gubernur Jatim Khofifah Minta Pelatih yang Tuduh Atlet Senam Tak Perawan Minta Maaf ke Keluarga
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta salah paham antara pelatih cabor senam dengan atlet SA (17) diselesaikan secara kekeluargaan.
TRIBUNPALU.COM - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta salah paham antara pelatih cabor senam dengan atlet SA (17), atlet asal Kota Kediri, Jawa Timur, diselesaikan secara kekeluargaan.
Khofifah Indar Parawansa berharap, pelatih cabor senam meminta maaf pada SA dan keluarganya jika terbukti khilaf dan menyangkakan tuduhan tidak perawan pada sang atlet.
"Tapi saya sampaikan ke Pak Erlangga selaku Ketua KONI Jatim, hal-hal yang terkait privasi seseorang, siapapun beliau, saya rasa semuanya harus bisa memberi penghormatan," sambung dia.
Apalagi setelah kesalahpahaman terjadi akhirnya ada update pemeriksaan yang menunjukkan bahwa atlet tersebut masih perawan dan tuduhan tersebut tidak terbukti secara medis.
Menurut Khofifah adanya kesalahpahaman itu menjadi hal yang kontraprodiktif bagi pembinaan atlet di Jawa Timur.
Oleh sebab itu secara khusus Khofifah meminta agar seluruh pihak menjaga suasana yang kondusif.
Apalagi dikatakan mantan Menteri Sosial di kabinet Presiden Joko Widodo periode pertama ini, yang menjadi korban perempuan yang butuh adanya perlindungan hak.
• Heboh Atlet Senam SEA GAMES 2019 Dipulangkan karena Diduga Tak Perawan, Ini Penjelasan dari Persani
"Maka kalau kemarin ada khilaf dan kalau betul (tuduhan tidak perawan) benar diucapkan, maka saya mohon pelatih yang bersangkutan datang ke rumah keluarga atlet dan minta maaf pada atlet dan ibu atlet," ucap dia.
"Karena itu beban sosialnya berat bagi yang bersangkutan dan atlet," tegas wanita yang juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden KH Abdurrahman Wahid ini.
Sebagaimana diketahui, SA sempat diproyeksi untuk menjadi atlet SEA Games 2019 di Manila.
Ia bahkan sudah masuk ke pelatnas di Kabupaten Gresik.
Namun, tanpa ada penjelasan, atlet tersebut justru diminta agar dijemput orang tua dan gagal menjadi wakil Jawa Timur dan Indonesia di SEA Games 2019 lantaran dituduh sudah tak perawan.
Hal ini tentu membuat keluarga shock. Bahkan keluarga melakukan pemeriksanaan uji keperawanan pada sang putri untuk mecari kebenaran.
Dan hasilnya selaput dara SA masih utuh dan tuduhan tidak perawan tidak terbukti.
"Jadi mudah-mudahan jikalau betulpelatih menyampaikan hal yang tersampaikan di media," ucap dia.