Gubernur Jatim Khofifah Minta Pelatih yang Tuduh Atlet Senam Tak Perawan Minta Maaf ke Keluarga
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta salah paham antara pelatih cabor senam dengan atlet SA (17) diselesaikan secara kekeluargaan.
Di sisi lain, kata Nabil, berdasarkan data yang ada di KONI Jatim, prestasi atlet senam lantai inisial SA ini tergolong tidak terlalu baik.
Bahkan, SA sejatinya merupakan atlet pengganti, karena atlet utama Tasya Miranda harus melakukan tindakan operasi dan berada pada masa pemulihan yang cukup lama karena cedera.
Sehingga atlet yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA ini harus dipanggil.
“Posisi ini (SA) pengganti sekitar 4-5 bulan lalu masuk di Pelatnas menggantikan Tasya karena harus operasi, secara prestasi memang lebih bagus Tasya,” ucap Nabil.
Apalagi, dari laporan tim pelatih ia kerap melakukan tindakan indisipliner, karena sering keluar malam, akibatnya, terjadi penurunan prestasi dari SA.
“Dari situ lah, karena tidak memenuhi standart yang diinginkan," jelas dia.
"Maka dilakukan degradasi, atau perubahan. Jadi intinya dikeluarkan bukan status keperawanan karena ini tidak ada hubungannya,” pungkas Nabil. (amn).
Artikel ini telah tayang di Tribunmadura.com dengan judul Gubernur Khofifah Minta Pelatih yang Tuduh Atlet Senam SA Tak Perawan Agar Minta Maaf ke Keluarga,