Palu Hari Ini

Bangkitkan Ekonomi Usai Alami Bencana, Warga Palu Ini Ciptakan Selai Berbagai Rasa Buah Lokal

Sukmawati mengakui, ide membuat selai dengan bahan baku dari berbagai jenis buah lokal itu, karena keinginannya bangkit pascabencana yang melanda Palu

Bangkitkan Ekonomi Usai Alami Bencana, Warga Palu Ini Ciptakan Selai Berbagai Rasa Buah Lokal
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Sukmawati (kanan), memperlihatkan selai hasil olahnnya saat mengikuti pasar murah di Jalan Moh Yamin, Kota Palu, Selasa (3/12/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Salah seorang wirausahawan di Kota Palu mampu menghasilkan produk selai berbahan baku buah lokal asal Provinsi Sulawesi Tengah.

Ialah Sukmawati, pelaku UMKM yang tinggal di Jalan Purnawirawan, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Kota Palu, Kota Palu.

 Baru sepekan terakhir, Sukmawati memproduksi dan memasarkan selain hasil karya tangannya.

 "Untuk tahap awal saya produksi selai mangga dan selai nanas, ke depan akan produksi selai salak, semangka, dan belimbing," kata Sukmawati, saat ditemui, Selasa (3/12/2019) sore.

 Saat ditemui, Sukmawati berpartisipasi dan memasarkan produk olahannya pada giat pasar murah yang digelar Dinas Pangan Sulawesi Tengah di Jalan Moh Yamin, Kota Palu.

Sebanyak 181 Kasus Pencurian dan 146 Penyalahgunaan Narkoba Diadili di Pengadilan Negeri Palu

Mahasiswa di Kota Palu Dapat Kursus Kepemiluan Songsong Pilkada 2020

 Sukmawati mengakui, ide membuat selai dengan bahan baku dari berbagai jenis buah lokal itu, karena keinginannya bangkit pasca bencana yang melanda Kota palu dan sekitarnya pada 28 September 2018 silam.

 "Dengan keterpurukan habis bencana, saya melihat potensi ini dan ingin membangkitkan lagi melihat ekonomi masyarakat Palu," kata Sukmawati, yang juga Ketua Asosiasi UMKM Pasigala Mandiri.

 Produk olahannya itu diharapkan mampu menjadi peluang usaha bagi masyarakat lainnya, terutama bagi masyarakat yang memiliki usaha berkebun buah yang menjadi bahan baku olahan selai miliknya.

Untuk olahan selai mangga dan nanas, Sukmawati mengambilnya dari Desa Doda, Kecamatan Kinavaro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Selai nanas dan mangga hasil olahan Sukmawati, dijual dalam kemasan cup dan dibandrol dengan harga Rp25 ribu per cup.

Menurutnya, selai hasil olahannya itu sangat higienis karena diproduksi tanpa bahan pengawet dan zat kimia lainnya.

"kalau disimpan diluar ruangan bisa tahan sampai 1 bulan, sedangkan kalau di dalam kulkas bisa tahan sampai 1 tahun," terangnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved