Sebanyak 120 Kepala Keluarga di Sigi Tinggalkan Rumahnya yang Tertimbun Lumpur Material Banjir

Sebanyak 120 kepala keluarga menempati hunian sementara di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Rabu (11/12/2019) sore.

Sebanyak 120 Kepala Keluarga di Sigi Tinggalkan Rumahnya yang Tertimbun Lumpur Material Banjir
TribunPalu.com/Haqir Muhakir
Kondisi salah satu rumah warga Desa Bangga yang ditinggal penghuninya, Rabu (11/12/2019) sore. 

TRIBUNPALU.COM, SIGI -- Setidaknya ada sebanyak 120 kepala keluarga menempati hunian sementara di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Rabu (11/12/2019) sore.

Mereka terpaksa harus meninggalkan rumah yang tertimbun lumpur material banjir pada 28 April 2019 silam.

Sejak banjir bandang yang melanda penduduk desa itu, puluhan rumah terendam lumpur dan mengalami rusak, sehingga tak layak ditempati.

Bahkan, kondisi Desa Bangga hingga saat ini sudah tidak lagi berpenghuni.

Hal itu dikarenakan seluruh warganya diintruksikan oleh pemerintah setempat untuk segera mengosongkan desa yang dikenal jadi langganan banjir tahunan tersebut.

Korban Banjir Lumpur Desa Poi Dapat Bantuan Makanan, Pakaian, dan Air Bersih dari ACT Sulteng

Satgas PUPR Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Korban Banjir Lumpur di Sigi

Warga Terdampak Banjir Lumpur di Sigi Mulai Dikumpulkan di Satu Titik Pengungsian

Berdasarkan kebijakan kepala daerah setempat, warga tidak lagi diizinkan untuk menghuni rumah mereka.

Karena Desa Bangga tersebut sudah masuk wilayah zona merah rawan bencana banjir.

Salah seorang warga Desa Bangga yang tinggal di huntara, Hariyati mengatakan, sudah hampir satu tahun lebih dirinya bersama anak dan suami tinggal di tempat pengungsian.

Hariyati mengungkapkan, akibat banjir bandang yang terjadi April 2019 lalu, sejumlah harta bendanya tidak dapat diselematkan.

"Hanya sebagian kecil barang-barang yang berada dalam rumah yang bisa kami selamatkan pasca banjir bandang itu," ujar Hariyati.

Desa Poi Diterjang Banjir Lumpur, Jalan Lintas Palu-Bangga Sempat Lumpuh Selama 6 Jam

Banjir Lumpur Terjang Desa Poi Kabupaten Sigi, 15 Rumah Alami Rusak Berat

Saat ini Hariyati dan ratusan jiwa pengungsi lainnya sedang menunggu keputusan kepala daerah untuk membangun huntap bagi mereka.

Sebab menurutnya, konsekuensi kebijakan untuk memgosongkan Desa Bangga, harus dibarengi dengan upaya relokasi warga ke tempat yang lebih aman.

"Kami menunggu huntap, karena ini sudah mau satu tahun kami tinggal di huntara," terangnya. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved