Sebanyak 200 Narapidana di Sulteng Dapat Remisi Perayaan Natal

Sebanyak 226 narapidana di Provinsi Sulawesi Tengah mendapat remisi pengurangan masa tahanan.

Sebanyak 200 Narapidana di Sulteng Dapat Remisi Perayaan Natal
TribunPalu.com/Haqir Muhakir
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Soeprapto 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Sebanyak 200 narapidana di Provinsi Sulawesi Tengah mendapat remisi pengurangan masa tahanan.

Jumlah penerima remisi itu terdiri dari 200 penerima Remisi Khusus Sebagian atau RK I atau pengurangan masa hukuman, dan 26 penerima remisi terkait PP Nomor 99 Tahun 2012.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Soeprapto mengatakan, di Provinsi Sulawesi Tengah saat ini terdapat sebanyak 3.539 orang penghuni lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

Jumlah itu terdiri dari 2.699 orang narapidana dan 840 orang tahanan.

Lanjut Soeprapto, meski sebanyak 226 narapidana mendapat remisi atau potongan penahanan, tetapi tidak potongan masa tahanan yang menghabiskan masa hukuman pidana.

"Dengan kata lain tidak ada yang dinyatakan bebas pada tanggal 25 Desember 2019 nanti," jelas Soeprapto, saat dihubungi Selasa (24/12/2019) pagi.

Selama Tahun 2019, BNNP Sulteng Ungkap 49 Kasus dengan 1,3 Kilogram Sabu-sabu

Selama 2019, BPPW Sulteng Bangun Sebanyak 53 Gedung Sekolah di Daerah Terpencil

Pemprov Sulteng Bersama Satgas Pangan Sidak Harga Bahan Pokok di Palu Jelang Natal dan Tahun Baru

Soeprapto menegaskan, bahwa warga binaan yang mendapat remisi tersebut telah dipastikan memenuhi syarat dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di mana, lanjut Soeprapto, remisi diberikan kepada Narapidana yang sudah memiliki putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap

"Yang berarti sudah memiliki kelengkapan dokumen berupa Putusan Pengadilan, Berita Acara Putusan Pengadilan, Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan dan Surat Penahanan dari penyidik," terangnya.

Selain itu, pemberian remisi juga dengan memperhatikan kelakuan baik dari Narapidana selama menjalani masa pidana sampai batas waktu pengajuan remisi.

" Jika tidak ada pelanggaran tata tertib maka narapidana bersangkutan akan diajukan usulan remisi yang merupakan hak narapidana tersebut," tandas Soeprapto. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved