Soal Jiwasraya, Arya Sinulingga Sebut Jokowi Tak Ada Maksud Salahkan SBY: Jangan Tersinggung
Arya Sinulingga memberikan klarifikasi bahwa Presiden Joko Widodo tidak memiliki niatan untuk menyalahkan SBY terkait kasus Jiwasraya.
TRIBUNPALU.COM - Staff khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga memberikan klarifikasi bahwa Presiden Joko Widodo tidak memiliki niatan untuk menyalahkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kasus Jiwasraya.
Arya Sinulingga meminta SBY dan pihaknya tidak langsung tersinggung dengan ucapan Jokowi yang mengucapkan bahwa kasus Jiwasraya sudah terjadi selama sepuluh tahun.
"Harusnya kita jangan langsung tersinggung atau apapun, harus lihat skema besarnya, Pak Jokowi itu mengatakan bahwa ini kasusnya sudah sepuluh tahun lebih," ujar Arya Sinulingga, dilansir dari Youtube Official iNews.
Lantas Arya Sinulingga menjelaskan ucapan dari Jokowi yang akhirnya disalah artikan oleh sejumlah pihak.
Saat itu Jokowi ditanya oleh wartawan kapan akan menyelesaikan kasus Jiwasraya.
Lalu Jokowi menjawab bahwa kasus ini terjadi selama sepuluh tahun jadi tidak gampang untuk menemukan solusinya.
"Ketika ditanya sama wartawan ini kapan penyelesaian, karena kasusnya sudah sepuluh tahun lebih artinya lama ini kasusnya menumpuk-menumpuk dan menumpuk, akibatnya tidak gampang solusinya," papar Arya Sinulingga.
Lebih lanjut Arya Sinulingga mengimbau kepada sejumlah pihak agar tidak menyimpulkan ucapan tersebut ke rezim sebelumnya.
"Jadi kita jangan langsung bawa-bawa ini adalah mulai dari rezim sebelumnya, bukan kesana arahnya," ujarnya.
"Pak Jokowi itu arahnya jelas, clear karena ini kasusnya sudah sepuluh tahun maka agak lama penyelesaiannya," sambungnya.
• Polemik Jiwasraya, SBY Rela Disalahkan Jika Tak Ada yang Tanggung Jawab: Salahkan Saja Tahun 2006
• Ini Langkah Erick Thohir untuk Atasi Masalah Gagal Bayar Jiwasraya

Jokowi tidak pernah bermaksud menyalahkan SBY atas kasus Jiwasraya.
"Nggak ada maksud menyalahkan Pak SBY, cuma kan kadang-kadang dibilang oleh Pak Jokowi sepuluh tahun yang lalu langsung ada mungkin wartawan yang menulis ini jamannya Pak SBY," ucap Arya Sinulingga.
Lebih lanjut Arya Sinulingga mengungkap data yang menunjukkan bahwa kasus Jiwasraya ini sudah terjadi selama sepuluh tahun lalu.
"Kalau kita buka lebih jelas lagi ya, saya kan punya data 31 Desember 2007 itu udah jelas BPK itu disclaimer, kemudian 2008 itu negatif ekuitasnya sampai 5,7 triliun, 2009 itu surplus katanya tapi itu karena da reasuransi, 2010 sampai 2011 itu sama karena masih reasuransi maka seakan-akan itu positif padahal tidak."
"Tadi dikatakan surplus memang betul jawabannya adalah ekuitas surplus 1,5 triliun tapi sebenarnya itu ada ekuitas negatif 2,3 triliun."