Cerita Perjuangan Nelayan Pantai Talise yang Harus Bangkit Pascabencana Gempa dan Tsunami di Palu

Perjuangan nelayan di Kelurahan Talise, Kota Palu pasca-terjadinya gempa bumi dan tsunami pada September 2018 lalu.

TribunPalu.com/Haqir Muhakir
Aktivitas nelayan Pantai Talise Kota Palu, saat menyiapkan perahu untuk melaut, Jumat (3/1/2020) siang. 

Ada non government organization (NGO) yang berbaik hati dan peduli tentang keberlangsungan hidup para nelayan di Pantai Talise Kota Palu tersebut.

NGO menyalurkan puluhan perahu dan alat tangkap ikan bagi nelayan yang terdampak langsung bencana alam 28 September 2018 lalu.

Tidak hanya itu, bantuan perahu dan alat tangkap ikan juga datang dari pemerintah setempat.

"Alhamdulillah, sejak bantuan itu tiba sekitar 4 bulan yang lalu, kami kembali bisa melaut," ujar Arham.

Meski bantuan perahu itu mengalami bocor di sejumlah titik, namun kata Arham, para nelayan di tempat itu tidak mau mengeluh.

Mereka bahkan secara gotong-royong membantu sesama untuk memperbaiki perahu yang bocor agar bisa sesegera mungkin digunakan melaut.

Saat ini kata Arham, masih ada sekitar 30 nelayan Pantai Talise yang belum mendapatkan bantuan perahu dan alat tangkap ikan.

"Soalnya pas pertama dibuat perahu ini, kayu yang digunakan masih dalam kondisi basah, jadi setelah kering kayunya maka dinding perahu jadi tenggang, ada celah, itu yang kita perbaiki, sekaligus ada ditambah bagiannya agar lebih nyaman saat melaut," jelas Ishak, nelayan Pantai Talise lainnya.

Olehnya mereka berharap pemerintah daerah dan pihak swasta yang suka rela memberikan bantuan perahu dan alat tangkap ikan.

Bagi nelayan yang belum mendapatkan perahu kata Arham, masih bisa tetap melaut, yakni dengan menumpang di perahu nelayan lainnya.

Halaman
1234
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved