Terkini Daerah

Gunakan Telur Busuk Selama 5 Tahun, Pabrik Snack di Lumajang Digerebek Polda Jatim

Tersangka diduga keras memproduksi bahan makanan berupa kue bidaran merek Garuda yang berbahan telur busuk yang dibeli dari Probolinggo

Penulis: Bobby W | Editor: Imam Saputro
Dok. Polda jatim
Tim Polda Jatim menunjukan barang bukti kue bidaran yang menggunakan bahan baku dari telur busuk di rumah industri kue di Lumajang, Selasa (7/1/2020) 

Sebab, warga selalu mencium bau tak sedap saat industri rumahan kue kering itu menjalankan operasinya.

Dari penggerebekan yang dilakukan polisi dan dinas terkait pada Selasa (7/1/2020), petugas mendapatkan sejumlah barang bukti dan menetapkan pemilik industri rumahan IS sebagai tersangka.

Selain menemukan barang bukti telur busuk, tempat usaha yang dijalankan IS juga diketahui tidak dilengkapi dengan surat izin dari Dinas Kesehatan maupun BPOM.

Ratusan Orang Keracunan Ikan Tongkol di Jember di Malam Pergantian Tahun

Korban keracunan makanan di Jember pada malam Tahun Baru 2020 terus bertambah.

Data Dinas Kesehatan Jember, jumlah pasien keracunan mencapai 250 orang hingga Kamis (2/1/2020) siang.

Ke-250 korban keracunan itu berdasarkan laporan dari 35 Puskesmas di Jember.

Berikut, perkembangan SKD (sistem kewaspadaan dini) KLB (kejadian luar biasa) keracunan makanan, yang diduga ikan tongkol :

1. Ajung 23 kasus
2. Sukorambi 15 kasus
3. Rowotengah 4 kasus
4. Arjasa 9 kasus
5. Panti 13 kasus
6. Tanggul 16 kasus

7. Kalisat 11 kasus
8. Jenggawah 1 kasus
9. Nogosari 5 kasus
10. Ambulu 4 kasus
11. Tempurejo 6 kasus
12. Balung 5 kasus
13. Sumbersari 10 kasus
14.Mumbulsari 6 kasus
15. Sumberbaru 1 kasus
16. Banjarsengon 16 kasus
17. Ledokombo 4 kasus
18. Patrang 15 kasus
19. Puger 7 kasus
20. Klatakan 3 kasus
21. Mangli 2 kasus
22.Gladak Pakem 7 kasus

 

23. Karangduren 3 kasus
24. Curahnongko 1 kasus
25. Sabrang 2 kasus
26. Cakru 13 kasus
27. Kemuningsari kidul 3 kasus.
28. Mayang 20 kasus
29. Jombang 6 kasus
30. Umbulsari 5 kasus
31. Wuluhan 3 kasus
32. Kasiyan 1 kasus
33. Kencong 1 kasus
34.Rambipuji 2 kasus
35. Kaliwates 4 kasus

Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini mengatakan sisa makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan telah dikirim ke laboratorium di Surabaya.

"Hasilnya belum keluar. Kepada seluruh Puskesmas, sudah kami minta melakukan penyelidikan epidemologi saat melakukan kunjungan rumah," ujar Dyah.

Sementara itu, masih ada sembilan orang pasien yang menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan hingga Kamis (2/1/2020).

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved