Pembentukan Provinsi Solo Raya Disebut Dapat Berdampak Positif pada Masyarakat

Wakil Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), M. Farid Wajdi, menjelaskan dampak pembentukan Provinsi Solo Raya.

Pembentukan Provinsi Solo Raya Disebut Dapat Berdampak Positif pada Masyarakat
tribunnews.com
Wakil Direktur Pasca Sarjana UMS, M. Farid Wajdi, dalam acara diskusi Ngobrol Mepet Sawah (MEWAH) dengan tema "Buka-bukaan Bicara Provinsi Solo Raya." 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), M. Farid Wajdi, menjelaskan dampak postif dan negatif dari pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Solo Raya.

Dampak positif dapat memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat yang bersangkutan.

Sementara pihak yang akan menerima dampak negatifnya lebih condong ke Pemerintah Pusat.

Penjelasan ini ia sampaikan dalam acara diskusi Ngobrol Mepet Sawah (MEWAH) dengan tema "Buka-bukaan Bicara Provinsi Solo Raya".

Kata Sekda DKI soal Anggaran Pemprov DKI Jakarta Rp4 Miliar untuk Speaker

Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin, Skenario Serangan Jantung Gagal

Sebelumnya usulan pembentukan Provinsi Solo Raya sempat dilontarkan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada Oktober tahun lalu.

Juliyatmono mengusulkan eks Karisedenan Surakarta ini meliputi enam kabupaten dan satu kota.

Di antaranya Adapun, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta atau Solo.

Menanggapi hal tersebut, Farid menyambut baik usulan tersebut.

Menurutnya ini akan berdampak postif bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Solo Raya nantinya.

"Plus minus-nya itu tentu ada," ujar Farid di lantai 1 Gedung Tribunnews.com,  Jl. Adi Sumarmo No.355 A, Plalangan, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Kamis (16/1/2020).

a
Wakil Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Farid Wajdi (kanan), dalam acara diskusi Ngobrol Mepet Sawah (MEWAH)  (Tribunnews.com)
Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved