Sulteng Hari Ini

Jatam Sulteng Tantang Aparat Penegak Hukum Bongkar Pemodal Tambang Ilegal

Jatam Sulawesi Tengah tantang aparat penegak hukum untuk membongkar pemodal yang membiayai aktivitas tambang ilegal.

Jatam Sulteng Tantang Aparat Penegak Hukum Bongkar Pemodal Tambang Ilegal
DOK PRIBADI
Koordinator Pelaksana Jatam Sulteng, Moh Taufik 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulawesi Tengah tantang aparat penegak hukum untuk membongkar pemodal yang membiayai aktivitas tambang ilegal.

Tambang Ilegal yang dimaksud ialah lokasi penambangan di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah.

Koordinator Pelaksana Jatam Sulteng, Moh Taufik mengatakan, hal itu disampaikan Jatam Sulteng menyusul penangkapan terhadap 4 orang yang memiliki material pasir alis reff asal Dongi-dongi, Kabupaten Poso.

Menurutnya, penangkapan itu tidak akan menyelesaikan persoalan aktivitas pertambangan ilegal di Dongi-Dongi maupun di wilayah Sulawesi Tengah lainnya.

"Karena penangkapan ini tidak sampai pada siapa yang memodali mereka untuk terus melakukan aktivitas pertambangan," jelas Taufik, Kamis (16/1/2020) sore.

Walhi Sulteng Desak Kepolisian Bongkar Pemodal Pertambangan Ilegal di Dongi-Dongi

Polisi Akui Aktivitas Tambang Ilegal di Wilayah Dongi-dongi Luput dari Pengawasan

Diketahui kata Taufik, aktivitas pertambangan ilegal seperi itu biasanya ada pemodal-pemodal besar yang memodali mereka.

Sehingga kegiatan-kegiatan ilegal masih terus berlangsung.

"Dan ketika pemodalnya tidak tertangkap maka dipastikan aktivitas tambang ilegal akan tetap berlangsung," tambah Taufik.

Lanjut Taufik, Jatam Sulteng juga menantang aparat penegak hukum, agar tidak hanya melakukan penindakan terhadap aktivitas-aktivitas pertambangan ilegal yang dikelola oleh rakyat.

Tapi juga berani melakukan penindakan terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang menggunakan teknologi-teknologi canggih, serta diduga menggunakan perendaman –perendaman untuk memurnikan emas.

Seperti halnya kata Taufik, yang terjadi di Kelurahan Poboya di Kota Palu dan di Desa Kayuboko di Kabupaten Parigi.

Di mana, sampai saat ini pihaknya tidak pernah mendengar aparat penegak hukum mengumumkan pelaku-pelaku penambang ilegal tersebut.

Polda Sulteng Sudah Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Tambang Ilegal Dongi-Dongi

Bukan hanya itu, tambah Taufik, aparat penegak hukum juga diminta melakukan penindakan terhadap aktivitas-aktivitas pertambangan yang legal yang dikelola oleh perusahaan dan diduga melakukan pencemaran lingkungan dan perampasan ruang-ruang produksi rakyat.

Seperti yang terjadi beberapa bulan lalu di Danau TIU Kabupaten Morowali Utara, danau itu tercemar lumpur dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

"Yang diduga kuat diakibatkan oleh aktivitas pertambangan dan juga ratusan hektare sawah masyarakat di kecamatan moutong yang juga terendam lumpur diduga dari aktivitas pertambangan,"tandasnya. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved